Dilecehkan Sesama Pasien RS, Wanita Ini Dapat Kompensasi Rp 2,7 Miliar

Kompas.com - 13/02/2018, 21:27 WIB
RS Canberra. Australia PlusRS Canberra.

CANBERRA, KOMPAS.com - Seorang perempuan pasien Rumah Sakit Canberra, Australia yang menjadi korban pelecehan seksual dari sesama pasien mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 2,7 miliar.

Kompensasi itu diberikan pemerintah negara bagian Australia Capital Territory (ACT) setelah perempuan tersebut mengajukan gugatan.

Insiden ini terjadi pada Desember 2013, ketika perempuan tersebut mendatangi unit gawat darurat RS Canberra karena keracunan salmonella.

Seorang pria yang berada di ranjang di sebelah perempuan ini adalah seorang pemabuk. Pria itu berulang kali memaki staf rumah sakit dan orang-orang lain di ruangan UGD.

Baca juga : Disiksa di Guantanamo, Mantan Napi Dapat Kompensasi Rp 107 Miliar

Hakim Michael Elkaim menggambarkan, perilaku pria tersebut menunjukkan bahaya yang sudah bisa diperkirakan bakal terjadi.

Namun, perempuan tersebut dibiarkan berbaring di sebelah laki-laki tersebut tanpa pengawasan. Perempuan itu kemudian tertidur setelah mendapatkan obat pengurang rasa sakit.

Dia kemudian terbangun dan melihat pria itu di atasnya dan mulai melakukan perbuatan tak senonoh.

Pelakunya kemudian mengaku bersalah atas tindakan penganiayaan seksual yang dilakukannya di rumah sakit itu.

Setelah mengalami pengalaman buruk itu, perempuan tersebut mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), yang mempengaruhi pekerjaannya dan membuat dia harus menjalani terapi kejiwaan.

Hakim Elkaim mengatakan, perilaku pria tersebut merupakan pertanda jelas dia berbahaya bagi pasien lain dan seharusnya dpisahkan atau paling tidak mendapat pengawasan ketat.

"Pelaku tidak seharusnya berada di bangsal tersebut, dan tidak seharusnya tanpa pengawasan, sehingga bisa bisa bebas melecehkan pasien lain." kata hakim dalam keputusannya.

Dia menggambarkan keputusan yang dilakukan staf rumah sakit merupakan bukti nyata tindakan penelantaran.

Baca juga : Pria Belanda Berusia 95 Tahun Dapat Kompensasi Perang Jepang

"Dalam pandangan saya, kewajiban dari pihak rumah sakit terhadap penggugat adalah memastikan dia berada di lingkungan yang aman, bebas dari bahaya yang sudah bisa diperkirakan."

Pengadilan memutuskan korban mendapat kompensasi 267.000 dolar Australia dan memerintahkan negara bagian ACT membayar biaya persidangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X