Hari Ini dalam Sejarah: Galileo Galilei Diadili Gereja Katolik

Kompas.com - 13/02/2018, 13:19 WIB
Sebuah lukisan karya Cristiano Bangti (1857) menggambarkan Galileo Galilei sedang menghadapi inkuisisi Gereja Katolik di Roma. WikipediaSebuah lukisan karya Cristiano Bangti (1857) menggambarkan Galileo Galilei sedang menghadapi inkuisisi Gereja Katolik di Roma.
|

KOMPAS.com - Di masa modern, Bumi berputar mengelilingi matahari adalah sebuah fakta yang dipercayai hampir semua orang.

Namun, di abad pertengahan, memercayai Bumi mengitari matahari bisa mengundang masalah karena bertentangan dengan doktrin agama.

Itulah yang menimpa filsuf, astronom, dan pakar matematika asal Italia, Galileo Galilei yang pada 13 Februari 1633 yang diadili karena dianggap bidah.

Galileo tiba di Roma untuk menghadapi dakwaan melakukan perbuatan bidah karena mendukung Copernicus yang menyatakan Bumi mengitari Matahari.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Nicolaus Copernicus Meninggal Dunia

Galileo harus menjalani inkuisisi yang digelar Gereja Katolik dan pada April 1633 bersedia mengaku bersalah untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

Galileo akhirnya dijatuhi hukuman tahanan rumah oleh Paus Urban VIII. Dia kemudian menghabiskan sisa hidupnya di vila miliknya di Arcetri dekat Florence sebelum meninggal dunia pada 8 Januari 1642.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Galileo, putra seorang musisi, lahir pada 15 Februari 1564 di Pisa, Italia. Di kota itu juga Galileo masuk universitas untuk belajar ilmu kedokteran.

Namun, dia kemudian berubah haluan lalu memilih untuk mendalami filsafat dan matematika.

Pada 1589, Galileo menjadi profesor di Universitas Pisa selama beberapa tahun. Saat itulah dia membuktikan bahwa kecepatan jatuh sebuah benda tidak dipengaruhi berat benda itu, seperti yang diyakini Aristoteles.

Menurut sejumlah laporan, Galileo melakukan penelitian dengan menjatuhkan benda berbagai ukuran dari Menara Pisa.

Selanjutnya, pada 1592-1630, Galileo bekerja sebagai guru besar matematika di Universitas Padua. Di sana dia mengembangkan teleskop yang membuat dia bisa mengamati pegunungan dan kawah-kawah di Bulan.

Dengan teleskop itu, Galileo juga sudah bisa mengamati keempat satelit terbesar Jupiter dan fase evolusi planet raksasa itu.

Baca juga : Terlibat Saat Genosida Tutsi di Rwanda, Gereja Katolik Memohon Maaf

Galileo juga sudah menyimpulkan bahwa galaksi Bima Sakti terdiri atas jutaan bintang.

Setelah mempublikasikan hasil risetnya pada 1610, Galileo mendapatkan banyak pujian dan ditunjuk sebagai guru besar matematika di kota Florence.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.