Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/02/2018, 13:42 WIB

Sebelumnya, dia ditangkap setelah menjadi pelaku peledakkan terhadap kapal tanker berbendera Perancis, Limburg, pada 6 Oktober 2002.

Saat itu, kapal yang membawa 397.000 barel minyak mentah tersebut tengah berada di Teluk Aden, Yaman, ketika Al Qaeda menanam TNT di lambungnya.

Akibat insiden itu, seorang kru kapal asal Bulgaria, Atanas Atanasov tewas, dan 12 orang lainnya terluka.

Baca juga : Disiksa di Guantanamo, Mantan Napi Dapat Kompensasi Rp 107 Miliar

Pada 2017, dalam sebuah rekaman, Darbi bersaksi bahwa dalang dari serangan itu bernama Abd al Rahim al Nashiri.

Selain itu, dalam sebuah pengadilan terpisah, Darbi juga memberikan kesaksian tentang seseorang bernama Nashwan al Tamir.

Darbi saat itu berkata, nama Tamir sebenarnya adalah Abd al Hadi al Iraqi, dan merupakan eks komandan Al Qaeda.

Adapun adik ipar Darbi, Khalid al Mihdhar, menjadi pelaku pembajakan pesawat yang menyerang Pentagon saat peristiwa 11 September (9/11) 2001 silam.

Status Darbi bakal semakin istimewa. Sebab, dia dilaporkan bakal dideportasi ke sebuah program rehabilitas di Arab Saudi, 20 Februari nanti.

Deportasi itu merupakan keputusan yang diambil di era Presiden Barack Obama. Namun, Darbi harus mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan Jim Mattis.

"Seperti yang Anda ketahui, Anda bakal pulang 10 hari ke depan," kata pengacara Darbi, Mayor Yolanda Miller.

Namun, Miler menambahkan, Darbi tetap harus meneruskan kontak dengan militer jika mereka membutuhkan tambahan keterangan soal kegiatan Al Qaeda.

"Yang diminta adalah kejujuran. Saya tidak akan memberi hal lain segala kesaksian jujur," ucap Darbi.

Baca juga : AS Mendakwa Tahanan Guantanamo Kelahiran Cianjur, Siapa Dia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.