AS Dilaporkan Akan Privatisasi Stasiun Luar Angkasa Internasional

Kompas.com - 12/02/2018, 11:53 WIB
Astronaut Perancis Thomas Pesquet berada di angkasa kedua kalinya pada 24 Maret 2017, di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (AFP via The Straits Times) Astronaut Perancis Thomas Pesquet berada di angkasa kedua kalinya pada 24 Maret 2017, di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (AFP via The Straits Times)


WASHINGTON DC, KOMPAS.com  - Mungkinkah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menjadi usaha komersial yang dijalankan oleh industri swasta?

Hal tersebut menjadi keinginan pemerintah Amerika Serikat, yang berharap bisa mengakhiri pendanaan untuk program mahal tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan The Washington Post, Minggu (11/2/2018), seperti dilansir dari AFP, AS berencana untuk memprivatisasikan stasiun ruang orbit rendah yang diujicobakan oleh badan antariksa AS ( NASA) yang dikembangkan bersama Rusia.

Stasiun tersebut telah mengizinkan masuknya kru internasional, terutama kerja sama dengan Kanada, Eropa, dan Jepang, untuk melakukan penelitian ilmiah di lingkungan orbit bumi yang rendah.

"Ada kemungkinan industri bisa terus beroperasi sebagai bagian dari platform komersial masa depan," tulis The Washington Post.

Baca juga : Pakai Video Call, Paus Fransiskus Ngobrol dengan 6 Astronot di ISS

"NASA akan memperluas kemitraan internasional dan komersial selama 7 tahun ke depan untuk memastikan akses dan keberadaan manusia terus berlanjut di orbit Bumi yang rendah," tambahnya.

Pada tahun fiskal 2019, administrasi pemerintahan Donald Trump mengajukan dana sebesar 150 juta dollar AS atau Rp 2 triliun untuk operasional ISS, dan mungkin akan lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya.

Untuk memastikan kelancaran transisi, Gedung Putih akan meminta sektor swasta untuk memberikan analisis pasar dan rencana pembangunan.

Rencana tersebut diperkirakan akan menghadapi tentangan keras. Di sisi lain, AS telah menghabiskan sekitar 100 miliar dollar AS atau Rp 1.300 triliun untuk memulai, mengoperasikan dan mendukung ISS.

Baca juga : NASA: Tak Ada Kebocoran Amonia di ISS

Dimulai pada masa kepresidenan George W Bush (2001-2009), NASA telah mengadakan kontrak tambahan untuk dukungan operasi tertentu ISS.

Namun, tidak jelas bagaimana perusahaan swasta bisa mengambil keuntungan dari mengambil alih stasiun luar angkasa yang mulai menua.

Terkait laporan ini, NASA belum memberi komentar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X