Kompas.com - 12/02/2018, 11:53 WIB


WASHINGTON DC, KOMPAS.com  - Mungkinkah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menjadi usaha komersial yang dijalankan oleh industri swasta?

Hal tersebut menjadi keinginan pemerintah Amerika Serikat, yang berharap bisa mengakhiri pendanaan untuk program mahal tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan The Washington Post, Minggu (11/2/2018), seperti dilansir dari AFP, AS berencana untuk memprivatisasikan stasiun ruang orbit rendah yang diujicobakan oleh badan antariksa AS (NASA) yang dikembangkan bersama Rusia.

Stasiun tersebut telah mengizinkan masuknya kru internasional, terutama kerja sama dengan Kanada, Eropa, dan Jepang, untuk melakukan penelitian ilmiah di lingkungan orbit bumi yang rendah.

"Ada kemungkinan industri bisa terus beroperasi sebagai bagian dari platform komersial masa depan," tulis The Washington Post.

Baca juga : Pakai Video Call, Paus Fransiskus Ngobrol dengan 6 Astronot di ISS

"NASA akan memperluas kemitraan internasional dan komersial selama 7 tahun ke depan untuk memastikan akses dan keberadaan manusia terus berlanjut di orbit Bumi yang rendah," tambahnya.

Pada tahun fiskal 2019, administrasi pemerintahan Donald Trump mengajukan dana sebesar 150 juta dollar AS atau Rp 2 triliun untuk operasional ISS, dan mungkin akan lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya.

Untuk memastikan kelancaran transisi, Gedung Putih akan meminta sektor swasta untuk memberikan analisis pasar dan rencana pembangunan.

Rencana tersebut diperkirakan akan menghadapi tentangan keras. Di sisi lain, AS telah menghabiskan sekitar 100 miliar dollar AS atau Rp 1.300 triliun untuk memulai, mengoperasikan dan mendukung ISS.

Baca juga : NASA: Tak Ada Kebocoran Amonia di ISS

Dimulai pada masa kepresidenan George W Bush (2001-2009), NASA telah mengadakan kontrak tambahan untuk dukungan operasi tertentu ISS.

Namun, tidak jelas bagaimana perusahaan swasta bisa mengambil keuntungan dari mengambil alih stasiun luar angkasa yang mulai menua.

Terkait laporan ini, NASA belum memberi komentar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.