Kompas.com - 11/02/2018, 20:03 WIB
Petugas penyelamat bekerja sama memindahkan jenazah korban pertama yang ditemukan dalam gedung Yun Tsui, yang miring akibat gempa pada Selasa (9/2/2018) lalu. Hingga berakhirnya misi pencarian jumlah korban tewas total mencapai 17 orang. Anthony Wallace / AFPPetugas penyelamat bekerja sama memindahkan jenazah korban pertama yang ditemukan dalam gedung Yun Tsui, yang miring akibat gempa pada Selasa (9/2/2018) lalu. Hingga berakhirnya misi pencarian jumlah korban tewas total mencapai 17 orang.

HUALIEN, KOMPAS.com - Otoritas Taiwan pada Minggu (11/2/2018) mengumumkan secara resmi mengakhiri misi pencarian dan penyelamatan korban gempa yang terjadi pada Selasa (6/2/2018) malam.

Misi pencarian yang difokuskan pada bangunan hotel Yun Tsui yang roboh dan menjadi miring melibatkan ratusan petugas dari tim penyelamat dan juga polisi.

Mereka mencari korban yang diperkirakan terkubur reruntuhan lantai dasar hotel akibat guncangan gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang melanda kawasan timur kota Hualien.

Dilansir dari AFP, jumlah korban tewas setelah dilakukan misi pencarian selama lima hari di bangunan gedung hotel 12 lantai itu ditemukan total 17 korban tewas.

Baca juga: Akibat Gempa, Sebuah Hotel di Taiwan Miring 45 Derajat

Akibat gempa yang terjadi, lantai dasar bangunan runtuh dan menyebabkan bangunan hotel miring 45 derajat. Kondisi itu menyulitkan para petugas penyelamat dalam menyisir reruntuhan bangunan karena khawatir akan roboh.

Wali kota Hualien, Fu Kun-chi mengatakan, dua korban terakhir ditemukan dalam kondisi terhimpit pilar bangunan. Pengangkatan korban tidak mungkin dilakukan tanpa membahayakan kondisi bangunan yang sudah setengah runtuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada akhirnya misi pengangkatan korban dibatalkan setelah mendapat persetujuan dari keluarga korban. Pekerjaan selanjutnya dilanjutkan dengan menggunakan bantuan alat berat, eskavator untuk menggali gedung dari bagian atap.

"Sangat disayangkan 17 orang tewas akibat gempa lalu. Saya percaya keluarga korban akan mendapat bantuan yang pantas," kata Perdana Menteri China William Lai yang hadir untuk memberi penghormatan kepada para korban, Minggu (11/2/2018).

Baca juga: Puluhan Warga Diduga Terjebak Reruntuhan Akibat Gempa Taiwan

Pasangan yang ditemukan terakhir diyakini merupakan anggota keluarga yang tiba dari Beijing sehari sebelum terjadinya gempa. Mereka menginap di kamar di lantai dua hotel.

Sebanyak 14 dari total 17 korban tewas akibat gempa ditemukan dalam bangunan gedung yang runtuh. Tiga bangunan yang sebagian runtuh di Hualian akan segera dirobohkan sepenuhnya, termasuk hotel Marshal yang menjadi salah satu penanda kota.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.