Bom Kembar Meledak di Masjid Libya saat Shalat Jumat, Satu Tewas

Kompas.com - 09/02/2018, 23:39 WIB
Petugas memeriksa bagian dalam masjid di Benghazi, Libya yang menjadi lokasi terjadinya ledakan bom kembar, Jumat (9/2/2018). Abdullah Doma / AFPPetugas memeriksa bagian dalam masjid di Benghazi, Libya yang menjadi lokasi terjadinya ledakan bom kembar, Jumat (9/2/2018).

BENGHAZI, KOMPAS.com - Ledakan bom kembar melanda sebuah masjid di Benghazi di wilayah timur Libya, Jumat (9/2/2018). Setidaknya satu orang tewas sementara 62 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, ledakan terjadi saat dimulainya ibadah shalat Jumat di kota terbesar kedua di Libya itu. Akibat ledakan menyebabkan para jemaah terluka, merusak lantai masjid, memecahkan kaca jendela.

Sumber keamanan mengatakan, salah satu bom disimpan di dalam sebuah peti yang ditinggalkan di pelataran masjid, sementara satu bom lainnya diduga diletakkan di rak sepatu di pintu masuk masjid.


Baca juga: Serangan Dua Bom Mobil di Libya Tewaskan 33 Orang

Juru bicara rumah sakit Al-Jala, Fadia al-Barghathi mengatakan, setidaknya ada satu korban yang dilaporkan meninggal dunia dan 62 mengalami luka-luka.

Ledakan bom serupa juga terjadi di Benghazi dua pekan lalu, tepatnya pada 24 Januari. Kala itu ledakan bom kembar menyebabkan setidaknya 33 orang meninggal.

Hingga kini tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menunjukkan kekacauan yang terjadi di wilayah yang dikuasai kekuatan militer Khalifa Haftar itu.

Misi PBB untuk Libya mengutuk keras aksi peledakan bom tersebut yang menimbulkan korban dari rakyat sipil.

"Tindakan kejam seperti ini tidak seharusnya menjadikan alasan pembenaran untuk melakukan serangan balas dendam. Investigasi yang cepat dan tidak memihak harus segera dilakukan dan membawa pelaku ke pengadilan," kata Misi PBB tersebut di Twitter.

Libya telah diliputi kekerasan dan perpecahan sejak diktator Moamer Kadhafi digulingkan dan terbunuh dalam sebuah gerakan pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Libya Bebaskan Migran Sudan dari Penculik

Pemerintah persatuan yang didukung PBB telah berjuang untuk menegaskan kewenangannya di luar Libya barat. Haftar mendukung administrasi saingan yang berbasis di timur.

PBB saat ini terus mencoba untuk bernegosiasi untuk mengakhiri kekacauan politik saat ini dengan menyetujui pemilihan parlemen dan presiden akhir tahun ini, meski masih ada keraguan akan hal ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X