Kompas.com - 09/02/2018, 18:09 WIB

INCHEON, KOMPAS.com - Momen bersejarah itu bakal terjadi di pesta pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, Korea Selatan (Korsel) Jumat (9/2/2018).

Sebab, selain Korsel dan Korea Utara (Korut) berparade bersama, Korut juga dihadiri oleh dua pejabat tertingginya.

Mereka adalah Pemimpin Seremonial Kim Yong Nam, serta Wakil Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Buruh, Kim Yo Jong.

Khusus nama terakhir, dia merupakan adik kandung dari Pemimpin Korut, Kim Jong Un. Perempuan itu diklaim berusia 30 tahun, lebih muda empat tahun dari kakaknya.

AFP memberitakan, Kim Yo Jong dan Kim Yong Nam mendarat di Bandara Internasional Incheon, dan langsung diterima oleh Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung Gyon.

Baca juga : Adik Kim Jong Un Jadi Delegasi Korut di Olimpiade Musim Dingin

Oleh sang ayah, mendiang Kim Jong Il, Kim sering disebut sebagai "Putri Yo Jong" atau "Yo Jong yang Manis".

BBC memberitakan, kehadiran Kim Yo Jong di pembukaan Olimpiade merupakan salah satu peristiwa penting.

"Sebab, dia menjadi anggota keluarga pertama penguasa Korut yang datang sejak Perang Korea 1950-1953," ulas BBC dalam reportasenya.

Kim, yang konon sangat dekat dengan Kim Jong Un, masuk ke dalam sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS).

Sebab, salah satu tokoh terpenting di Korut saat ini tersebut dituding melakukan serangkaian pelanggaran HAM.

Dilansir The Telegraph, Presiden Korsel, Moon Jae In, bakal menggelar makan siang dengan delegasi Korut Sabtu (10/2/2018).

Moon dilaporkan bakal mencoba memanfaatkan Olimpiade sebagai ajang untuk melakukan dialog lebih intens dengan Korut.

Harapannya, Korut bakal bersedia untuk melepas program nuklirnya. Sesuatu yang membuat AS dan sekutunya seperti Korsel dan Jepang meradang sepanjang 2017.

Namun, beberapa kalangan dengan skeptis meyakini bahwa Korut tengah mencoba mengulur waktu untuk merampungkan penyempurnaan program nuklirnya.

Sementara itu, setelah berkunjung ke Korsel, CNN melansir bahwa Kim berniat untuk mengundang Moon ke Pyongyang pada 2018 ini.

Baca juga : Dampak Sanksi Internasional, Korut Minta Bahan Bakar ke Korsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.