Pusat Layanan Kesehatan dan Rumah Sakit di Gaza Segera Dibuka Kembali

Kompas.com - 08/02/2018, 23:14 WIB
Petugas Kementerian Kesehatan Palestina memeriksa kondisi rumah sakit Beit Hanun di utara Jalur Gaza yang telah berhenti beroperasi sejak 29 Januari karena kehabisan bahan bakar. Mahmud Hams / AFPPetugas Kementerian Kesehatan Palestina memeriksa kondisi rumah sakit Beit Hanun di utara Jalur Gaza yang telah berhenti beroperasi sejak 29 Januari karena kehabisan bahan bakar.

GAZA, KOMPAS.com - Hampir 20 pusat medis di wilayah Gaza akan segera beroperasi kembali dalam beberapa hari ke depan, setelah Uni Emirat Arab ( UEA) bersedia menyediakan pembiayaan untuk mengakhiri kekurangan bahan bakar.

Dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Kamis (8/2/2018), setidaknya tiga rumah sakit dan 16 pusat kesehatan sempat tutup dan berhenti beroperasi karena kelangkaan dan kekurangan bahan bakar.

Ketersediaan bahan bakar menjadi sangat penting untuk pemberian pelayanan kesehatan. Bahan bakar diperlukan untuk menghidupkan generator yang menyediakan aliran listrik guna menjalankan sejumlah peralatan.

Baca juga: Kehabisan Bahan Bakar, Tujuh Rumah Sakit di Gaza Tutup

Wilayah Gaza hanya menerima aliran listrik selama beberapa jam setiap harinya, sehingga pelayanan kesehatan sangat bergantung pada alat generator. Bahan bakar untuk pusat medis di Gaza selama ini dipasok oleh PBB.

Setelah mendapat tuntutan darurat dari PBB, akhirnya UEA bersedia menyediakan hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp 27,3 miliar) untuk bahan bakar hingga setahun ke depan.

"Kami telah menerima pemberitahuan dari UEA bahwa mereka siap memberikan dana sebesar 2 juta dolar AS yang akan membuat situasi sedikit lebih mudah untuk beberapa bulan ke depan," kata Direktur WHO di Gaza, Mahmoud Dahar, dilansir AFP.

Ditambahkan Dahar, dengan adanya bantuan pendanaan tersebut, diharapkan belasan rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang sempat tutup dapat segera kembali beroperasi.

Baca juga: Israel Kembali Memasok Listrik ke Jalur Gaza

Keterbatasan listrik di Gaza terjadi sejak adanya blokade Israel selama satu dekade terakhir. Hal tersebut dilakukan untuk mengisolasi Hamas, namun dampaknya dirasakan seluruh warga Gaza.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X