Kompas.com - 08/02/2018, 22:07 WIB
Angkatan Udara Filipina saat pemberkatan helikopter Bell 412 yang baru mereka dapatkan pada Agustus 2015 lalu. Jay Directo / AFPAngkatan Udara Filipina saat pemberkatan helikopter Bell 412 yang baru mereka dapatkan pada Agustus 2015 lalu.

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada tengah mempertimbangkan kembali kesepakatannya dengan Filipina terkait penjualan 16 unit helikopter, menyusul adanya pemberitaan yang menyebut helikopter tersebut akan digunakan untuk melawan pemberontak.

Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan, kesepakatan yang ditandatangani secara resmi pada Selasa (5/2/2018) itu dengan pemahaman bahwa helikopter akan digunakan untuk misi penyelamatan dan kemanusiaan.

Namun, Kepala Perencanaan Militer Filipina, Mayor Jenderal Restituto Padilla, kepada Reuters mengatakan, helikopter jenis Bell 412EPI tersebut akan digunakan untuk operasi keamanan internal militer.

Baca juga: Perangi Teroris dan Pemberontak, Filipina Beli 16 Helikopter dari Kanada

"Saat melihat deklarasi itu, kami segera melakukan peninjauan ulang dengan pihak yang berwenang. Kami akan meninjau kembali fakta yang ada untuk mengambil keputusan yang tepat," kata Champagne.

Kekhawatiran juga diakui Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, akan kemungkinan helikopter yang mereka jual akan digunakan untuk melawan warga Filipina.

Kanada memiliki peraturan yang sangat jelas tentang siapa yang dapat membeli persenjataan mereka dan tujuan penggunaannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan memastikan sebelum kesepakatan ini maupun yang lain berlanjut karena kami mematuhi peraturan," kata Trudeau.

Sementara itu, perwakilan militer Filipina, Kamis (8/2/2018), membantah rencana menggunakan 16 helikopter tersebut untuk menyerang pemberontak. Mereka juga memperingatkan, Filipina dapat mundur dari kesepakatan sehubungan dengan kontroversi itu.

"Jika mereka tidak ingin menjualnya, kami dapat mempertimbangkan mendapatkannya dari sumber lain," kata juru bicara kepresidenan, Harry Roque.

Baca juga: Laut Membeku, Kapal Perang AS Terjebak di Perairan Kanada

Militer Filipina menekankan helikopter tersebut akan menjadi armada perlengkapan dan bukan penyerangan.



Sumber AFP,Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X