Kompas.com - 08/02/2018, 13:30 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mencoba senapan buatan Rusia saat latihan militer bersama kedua negara di Carcas, Januari 2017 lalu. Juan Barreto / AFPPresiden Venezuela Nicolas Maduro mencoba senapan buatan Rusia saat latihan militer bersama kedua negara di Carcas, Januari 2017 lalu.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia mencatatkan total transaksi sekitar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 202 triliun) dalam penjualan senjata selama 2017. Nilai tersebut hampir sama dengan capaian tahun sebelumnya.

Menurut laporan Rosoboronexport, badan negara Rusia yang bertanggung jawab atas ekspor militer, selama 2017 mereka telah menandatangani kontrak senilai 15 miliar dolar AS dengan pembeli dari 53 negara.

"Hasil itu menjadikan Rusia tetap mempertahankan posisinya sebagai pengekspor dominan di pasar senjata dunia," kata CEO Rosoboronexport, Alexander Mikheev dalam sebuah pernyataan, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Penjualan Senjata Global Tembus Rekor Tertinggi

Mengutip AFP, daripada dalam hal jumlah transaksi, peningkatan yang dicapai Rusia dalam ekspor senjata dibanding tahun sebelumnya adalah dari klien yang hanya 52 negara pada 2016.

Menurut data dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (Sipri), yang didedikasikan untuk meneliti konflik, persenjataan, kontrol senjata dan pelucutan senjata, AS menduduki peringkat teratas eksportir senjata dunia antara tahun 2012 dan 2016, dengan pangsa pasar 33 persen.

Sementara, Rusia hanya menempati peringkat kedua dengan 23 persen, diikuti China (6,2 persen) dan Perancis (6 persen).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rusia telah lama menjadi pemasok senjata untuk India dan China. Beberapa tahun terakhir juga menyediakan persenjataan untuk rezim Suriah yang didukung Kremlin.

"Meski ada tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari sejumlah negara Barat, serta cara persaingan tidak adil yang mereka gunakan, kami berhasil memasuki pasar baru," tambah Mikheev dalam pernyataannya.

Dia menyebut sejumlah klien baru tersebut berada di wilayah Asia Pasifik dan juga Timur Tengah, namun tidak memberikan rincian lebih spesifik.

Baca juga: Sekutu AS di Arab Ini Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia

Tahun ini, kesepakatan persenjataan Rusia dengan AS dipastikan menurun, menyusul larangan yang dikeluarkan Washington kepada pemerintah untuk berurusan dengan 39 perusahaan senjata asal Rusia.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.