Pakistan Kembali Larang Media Promosikan Hari Valentine

Kompas.com - 08/02/2018, 07:07 WIB
Seorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu. Aamir Qureshi / AFPSeorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan kembali mengingatkan kepada media-media di negara tersebut untuk tidak memberitakan maupun mempromosikan acara dan segala hal yang berkaitan dengan perayaan hari Valentine.

Larangan merayakan hari kasih sayang tersebut sebenarnya telah diberlakukan sejak tahun lalu, ketika Pengadilan Tinggi Islamabad secara resmi melarang perayaan Valentine di ruang publik dan di kantor pemerintahan di seluruh negeri.

Hari Valentine semakin populer di kalangan remaja Pakistan dalam beberapa tahun belakangan. Mereka merayakan dengan saling memberi kartu ucapan, cokelat hingga hadiah kepada kekasih mereka saat tanggal 14 Februari.

Baca juga: Di Hari Valentine, Pemerintah Thailand Bagikan Vitamin Amat Ajaib

Namun, Pakistan sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang sangat tradisional menolak perayaan hari tersebut yang dianggap kebudayaan impor negara barat.

Pada 2016 lalu, Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dalam kesempatan pidato di hadapan pelajar Pakistan mengatakan, hari tersebut tidak memiliki tempat di negara itu dan mengingatkan kepada para pelajar agar lebih fokus pada pendidikan mereka.

Tahun ini, pemerintah melalui Otoritas Pengaturan Media Elektronik Pakistan (PEMRA) menyampaikan lewat media sosial Twitter bahwa larangan tahun lalu masih berlaku dan mendesak media untuk berhenti mempromosikan perayaan tersebut.

Hal tersebut langsung mendapat respon beragam dari pada pengguna media sosial. Sebagian mengejek larangan tersebut, sementara sebagian lain sepakat dengan keputusan PEMRA.

"Pembujuk kebencian ini dipromosikan dan dilindungi oleh negara. Tapi berbicara soal cinta, balon hati merah dan para penjual bunga menjadi berbahaya bagi republik dan agama Islam," tulis seorang wartawan Ahmad Noorani di Twitter.

Baca juga: Dua Warga China Ditembaki Kelompok Orang Tak Dikenal di Pakistan

Sementara publik yang mendukung melihat tindakan yang diambil PEMRA sudah benar dan ikut menyerukan pandangan pemerintah yang mengecam perayaan hari Valentine sebagai hal vulgar dan tak senonoh.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X