Trump: Kalau Kita Tidak Mengubahnya, Lebih Baik 'Shutdown'

Kompas.com - 07/02/2018, 09:26 WIB
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan. Di belakangnya berdiri Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan Ketua DPR AS Paul Ryan (kanan) bertepuk tangan di majelis Dewan Perwakilan AS di Washington DC, pada Selasa (30/1/2018). (Win McNamee/POOL/AFP) Win McNameePresiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan. Di belakangnya berdiri Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan Ketua DPR AS Paul Ryan (kanan) bertepuk tangan di majelis Dewan Perwakilan AS di Washington DC, pada Selasa (30/1/2018). (Win McNamee/POOL/AFP)
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku lebih memilih untuk menutup layanan pemerintahan federal atau shutdown, apabila Kongres tidak menyetujui kebijakan imigrasinya.

"Jika kita tidak mengubahnya, mari kita shutdown. Kita akan melakukan shutdown, dan itu layak untuk negara kita," katanya.

Dilansir dari BBC, Rabu (7/2/2018), Trump mungkin tidak akan memperpanjang tenggat waktu bagi perlindungan hukum terhadap imigran.

Seperti diketahui, bulan lalu, pemerintahan AS sempat tutup di tengah kemacetan politik yang terjadi.

Baca juga : Pemerintah AS Bisa Shutdown Lagi pada Bulan Depan, Jika...

Berbicara di depan panel penegakan hukum Gedung Putih, pada Selasa (6/2/2018), Trump mengatakan jika tidak ada perubahan terhadap aturan imigrasi, maka akan menjadi celah masuknya pembunuh.

"Jika kita tidak mengubah aturan, jika kita tidak menyingkirkan celah di mana pembunuh masuk ke negara kita dan terus membunuh... jika kita tidak mengubahnya, mari kita shutdown," katanya.

"Saya ingin melihat shutdown jika kita tidak menyelesaikan masalah ini," ucapnya.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan ucapan Trump tidak mengindikasikan kemungkinan shutdown lagi.

"Dia menginginkan kesepakatan jangka panjang dan kesepakatan mengenai imigrasi," katanya.

Baca juga : Shutdown AS Bikin Lembaga Nirlaba Bayar Santunan Kematian Tentara

Menurut Trump, kematian atlet sepak bola Amerika yang disebabkan oleh pengendara mabuk yang telah masuk ke AS secara ilegal menjadi titik kebutuhan reformasi imigrasi.

Dua hari lagi merupakan tenggat waktu bagi pengesahan anggaran pemerintah sementara.

Sementara, pada bulan lalu, pemerintahan administrasi Trump akan memberikan kewarganegaraan bagi dua juta imigran. Sebagai gantinya, Kongres menyetujui anggaran 25 miliar dollar AS atau Rp 338,4 triliun untuk pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X