Kompas.com - 06/02/2018, 18:03 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BAGHDAD, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengurangi jumlah pasukannya yang bertugas di Irak.

Pernyataan itu disampaikan Juru bicara pemerintah dan kontraktor negara Barat, Saad al-Hadithi.

Associated Press via Arab News melansir Selasa (6/2/2018), keputusan itu dibuat pasca-pernyataan Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, pada 9 Desember 2017.

Saat itu, Abadi mendeklarasikan Irak telah terbebas dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah militernya yang dibantu paramiliter dan AS berhasil merebut kawasan Gurun Al-Jazira.

'Perang melawan ISIS telah berakhir. Kini, AS bakal mengurangi level kehadiran tentara mereka," ujar Hadithi.

Baca juga : Irak Deklarasikan Perang Melawan ISIS Berakhir

Menurut laporan yang dirilis Pentagon pada November 2017, terdapat 8.892 serdadu Negeri "Paman Sam" di Irak.

Juru bicara militer AS, Kolonel Ryan Dillon menyatakan, AS tidak akan menarik seluruh pasukannya dari Irak.

Rencananya, AS bakal menyisakan sekitar 4.000 tentaranya di Irak. Mereka tidak hanya melakukan operasi pembersihan sisa anggota ISIS di sana.

Sumber yang dekat dengan Abadi menyatakan, ke-4.000 tentara itu bakal bertindak sebagai instruktur bagi militer Irak.

Associated Press memberitakan, sepanjang pekan kemarin, puluhan tentara AS sudah diangkut dari Irak ke Afghanistan, begitu juga dengan peralatan militer mereka.

"Keberadaan koalisi bakal bergantung kepada kondisi, kebutuhan, dan permintaan dari pemerintah setempat," kata Dillon.

Lebih lanjut, Hadithi menjelaskan keputusan penarikan itu menegaskan komitmen pemerintahan Abadi bahwa Irak tidak bisa didikte oleh negara lain.

"Penarikan ini menjadi pesan bagi pihak yang meragukan kami. Sejak awal, mereka telah sepakat untuk mengurangi kehadiran mereka," tegas Hadithi.

Baca juga : Koalisi AS Tidak Sengaja Serang Pasukan Irak, 8 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.