Kompas.com - 06/02/2018, 15:52 WIB
Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_ Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebuah studi yang dikeluarkan pemerintah Iran memaparkan data mengenai tanggapan perempuan atas hukum mengenakan hijab di sana.

Deutsche Welle melaporkan Senin (5/2/2018), Pusat Studi Strategis Iran melansir, hampir setengah perempuan di sana menolak hukum yang mewajibkan mereka berhijab.

Lembaga yang bertanggung jawab kepada Presiden Hassan Rouhani itu membandingkan data pada 2006, 2007, 2010, dan 2014.

Pada data awal, ditunjukkan hanya 34 persen perempuan di Iran yang merasa pemerintah seharusnya tidak mendikte cara mereka berpakaian.

Namun, jumlah itu melonjak menjadi 49 persen dalam studi yang sama, yang dilakukan di 2014.

Baca juga : Protes Aturan Hijab, Perempuan di Iran Ditangkap

"Saya yakin, jika mereka mengambil data lagi tahun ini, persentasse itu bakal bertambah," kata perempuan yang menolak namanya dipublikasikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data lain dari lembaga strategis nasional itu menunjukkan tanggapan para perempuan soal pemakaian cadar mengalami penurunan.

Di 2006, 54 persen responden setuju jika perempuan harus mengenakan cadar. Jumlah itu menurun hingga 35 persen ketika studi yang sama dilakukan delapan tahun kemudian.

Begitu juga dengan tanggapan perlukah pemerintah menghukum perempuan yang tidak mengenakan hijab di muka publik.

Di 2006, hampir 50 persen respon menyatakan perempuan yang tidak berhijab harus dihukum.

Ketika studi yang dilakukan di 2009, jumlah responden yang setuju menurun hingga 39 persen.

Sebelumnya, sejak Revolusi 1979, hukum di Iran mewajibkan perempuan untuk menutup aurat di muka publik.

Namun, pada 17 Mei 2017, aktivis dan jurnalis asal Amerika Serikat, Masih Alinejad, memulai kampanye White Wednesday.

Tujuannya adalah mendorong para wanita agar mengenakan hijab putih, atau melepasnya sebagai bentuk protes.

Total, sejak 2014, polisi Iran telah menangkap, dan mengirim ke pengadilan 3,6 juta perempuan yang tertangkap tidak mengenakan hijab.

Baca juga : Ikut Unjuk Rasa Antihijab, 29 Perempuan Iran Ditangkap



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.