Dalam 48 Jam, Koalisi Saudi Lancarkan 46 Kali Serangan Udara ke Yaman

Kompas.com - 06/02/2018, 15:05 WIB
Warga sekitar memeriksa reruntuhan bangunan di kota mereka setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan koalisi Arab Saudi di Sanaa, Yaman.Mohammed Hamoud / Anadolu Agency via Middle East Monitor Warga sekitar memeriksa reruntuhan bangunan di kota mereka setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan koalisi Arab Saudi di Sanaa, Yaman.

SANAA, KOMPAS.com - Sebanyak 46 kali serangan udara tercatat dilancarkan ke Yaman oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam dua hari. Rangkaian serangan itu menyebabkan setidaknya 58 orang terluka.

Dilaporkan kantor berita Saba yang dikelola Houthi, Senin (5/2/2018), di antara para korban luka akibat serangan di ibu kota Sanaa terdapat seorang anak kecil.

Koalisi Arab Saudi juga dilaporkan melancarkan serangan udara ke wilayah Dahban, bersamaan dengan dua serangan lain di distrik Nehm.

Di benteng utara Houthi di Saada, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara tiga serangan udara menerjang wilayah Hamazat dan Malahidh di distrik Dhaher.

Baca juga: Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Bakal Menang Lawan Houthi

Serangan diketahui juga menerjang wilayah kota pelabuhan Hudaydah, mengakibatkan sebuah pabrik pemurnian air dan juga sebuah kompleks sipil hancur.

Media tersebut tidak melaporkan adanya korban meninggal akibat serangkaian serangan udara dalam jangka waktu 48 jam tersebut.

Arab Saudi memimpin sebuah pasukan koalisi negara Arab untuk menetralisir ancaman teritorial yang dilakukan kelompok Houthi sejak bergabung dalam konflik di kawasan perang tersebut sejak Maret 2015.

Menurut data yang dirilis PBB, lebih dari 10.000 warga telah menjadi korban dalam perang sipil. Sementara hingga lebih dari 11 persen penduduk Yaman telah mengungsi dari kampung halaman mereka.

Dilansir dari Middel East Monitor, Inggris disebut telah mempersenjatai militer Arab Saudi dengan persenjataan tingkat tinggi, meski tengah terjadi kritik keras terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan juga kejahatan perang di Yaman.

Baca juga: Yaman Tangkap Tentara Anak-anak Houthi

Namun demikian, tahun lalu Pengadilan Tinggi Inggris telah memutuskan bahwa penjualan senjata ke Arab Saudi adalah sah meskipun ada kekhawatiran akan terjadinya pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.



EditorAgni Vidya Perdana
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X