PBB Desak Nepal Hapus Larangan Perempuan Bekerja di Luar Negeri - Kompas.com

PBB Desak Nepal Hapus Larangan Perempuan Bekerja di Luar Negeri

Kompas.com - 05/02/2018, 19:19 WIB
Sejumlah perempuan Nepal mengangkut sayuran menggunakan sepeda untuk kemudian di jual di pasar di Birendranagar, distrik Surkhet.Prakash Mathema / AFP Sejumlah perempuan Nepal mengangkut sayuran menggunakan sepeda untuk kemudian di jual di pasar di Birendranagar, distrik Surkhet.

KATHMANDU, KOMPAS.com - Nepal sejak tahun lalu mengeluarkan larangan kepada warga negara perempuan yang bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja. Larangan itu bertujuan untuk melindungi mereka dari ancaman eksploitasi seksual.

Namun demikian, adanya larangan tersebut dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) telah mendesak otoritas setempat mencabut larangan itu.

"Larangan itu tidak efektif dan justru memunculkan konsekuensi para perempuan bermigrasi melalui jalur tak resmi dan menjadi korban perdagangan manusia," kata Felipe Gonzalez Morales, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Migran.

Baca juga: Dipaksa Tidur di Lumbung saat Menstruasi, Perempuan di Nepal Tewas

"Pemerintah Nepal tidak menyadari larangan ini mendiskriminasi. Kebijakan ini tidak sejalan dengan hukum internasional dan harus segera dicabut," kata Morales yang sedang dalam kunjungan ke negara itu, Senin (5/2/2018).

Dilansir dari AFP, hampir setengah juta warga Nepal telah bermigrasi dengan tujuan mencari pekerjaan selama 2015-2016. Pendapatan para pekerja di luar negeri itu mencapai sepertiga dari PDB negara.

Banyak dari pekerja itu yang bekerja di bidang konstruksi di negara Teluk dan juga Malaysia. Di antara para pekerja di luar negeri itu termasuk 20.000 wanita, meskipun adanya undang-undang yang membatasi migrasi perempuan.

Beberapa tahun terakhir, Nepal juga membatasi usia minimum perempuan yang bisa bermigrasi, melarang ibu-ibu dengan anak berusia di bawah dua tahun meninggalkan negara itu untuk bekerja.

"Pemerintah mengatakan mereka sedang mencoba melindungi warga negara wanitanya, namun seharusnya bisa dilakukan dengan cara lain," kata Morales.

Baca juga: Tahun 2018, Pemerintah Nepal Larang Pendakian Solo ke Gunung Everest

PBB mengkritik pemerintah Nepal telah gagal melindungi para warganya yang bekerja di luar negeri. Banyak dari mereka justru terkena biaya tinggi dari agen perekrutan dana akhirnya terperosok dalam utang dan harus terus bekerja di luar negeri.


EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Nasional
Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Regional
Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Regional
Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Megapolitan
Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional
Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Internasional
Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Regional
Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Megapolitan
Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Megapolitan
Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Megapolitan
Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Nasional
Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Megapolitan
Masuk Lewat 'Exit Gate', Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Masuk Lewat "Exit Gate", Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Megapolitan
Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Internasional
Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Regional

Close Ads X