Kompas.com - 05/02/2018, 14:34 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

"Kamu menangis setiap hari," kata Sonia kepada Brian.

Baca juga : Rich Brian Terinspirasi Joe Taslim

Dalam berbagai momen, dia selalu menyendiri. Brian lebih suka berkutat dengan rubik. Suatu saat, Brian menggunakan komputer orangtuanya untuk menemukan strategi menyelesaikan rubik lebih cepat.

Begitulah cara dia menemukan YouTube dan kemudian bergabung di Twitter pada Agustus 2010, ketika baru menginjak usia 11 tahun.

Brian belum bisa berbahasa Inggris, tapi tutorial di YouTube memaksanya untuk bisa belajar bahasa asing dengan cepat.

Yang terjadi selanjutnya, cerita yang sama dengan semua orang yang menemukan 'rumah' di internet. Dia kecanduan internet.

Awal perkenalan

Brian jatuh dalam komunitas kaum muda di Twitter, yang kebanyakan orang Amerika, dan menghabiskan waktu 13 jam di internet.

Dia bangun pagi-pagi untuk berinteraksi dengan mereka. Komunitas di Twitter menjadi satu-satunya teman bagi Brian.

Remaja kelahiran 3 September ini pernah merilis video yang memparodikan serial melodramatis di saluran TLC "My Strange Addiction".


Dalam video itu Brian mengaku kecanduan ganja, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak pernah menyentuhnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.