Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Bakal Menang Lawan Houthi

Kompas.com - 05/02/2018, 12:18 WIB
Lebih dari 10.000 penduduk Yaman tewas sejak Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang melawan kelompok Houthi. (Al Masirah via Al Jazeera)
 Lebih dari 10.000 penduduk Yaman tewas sejak Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang melawan kelompok Houthi. (Al Masirah via Al Jazeera)

SANA'A, KOMPAS.com - Pasukan pemerintah Yaman mengklaim diri telah selangkah lagi dalam memenangkan perang saudara melawan Houthi.

Komandan lapangan pasukan pemerintah, Jenderal Nasser al-Dhaybani berujar, perkembangan mereka dalam mendekati ibu kota Sana'a semakin menggembirakan.

Kemajuan itu, tutur Dhaybani, tak lepas dari bantuan udara yang diberikan koalisi pimpinan Arab Saudi.

"Merebut Sana'a bisa dilakukan secepatnya jika kondisinya memungkinkan," ujar Dhaybani usai mengamankan Gunung Nimeh, seperti dilansir Sky News Senin (5/2/2018).


Baca juga : Konflik Pecah di Wilayah Selatan Yaman, 15 Orang Tewas

Dhaybani melanjutkan, pasukan koalisi lebih mementingkan merebut kawasan alih-alih langsung menggempur Sana'a menggunakan serangan udara.

Sebab, di sana bercokol dua juta rakyat sipil Yaman. "Terlalu berisiko jika menyerang secara langsung," beber Dhaybani.

Sky News melaporkan, klaim Dhaybani yang penuh dengan kepercayaan diri tersebut diragukan.

Sebab, untuk bisa maju beberapa kilometer, pasukan pemerintah butuh waktu berbulan-bulan.

Selain itu, di beberapa garis depan lain, pasukan pemerintah mengalami kebuntuan untuk mendobrak pertahanan Houthi yang menguasai Sana'a sejak September 2014 tersebut.

Stephen Anderson, Direktur Program Pangan Dunia di Yemen berharap perang yang bakal memasuki tahun keempat itu bakal berakhir.

Sebab, saat ini Yaman tengah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar dalam sejarah.

Selain fakta bahwa 10.000 orang tewas dalam konflik, terdapat 22 juta orang, atau 75 persen dari total populasi, yang membutuhkan bantuan kemanusiaan secepatnya.

"Setengah dari jumlah itu berada dalam kondisi kritis. Mereka harus segera mendapat bantuan," tegas Anderson.

Baca juga : Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Negara yang Terlibat Konflik Yaman

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberSky
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X