Erdogan Bakal Temui Paus Fransiskus untuk Bicarakan Yerusalem

Kompas.com - 05/02/2018, 10:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). Adem Altan / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).
|
EditorVeronika Yasinta


VATICAN CITY, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terbang ke Italia pada Minggu (4/2/2018) dan akan menemui Paus Fransiskus di Vatikan.

Erdogan diperkirakan akan membahas seputar Yerusalem yang diakui Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem merupakan rumah bagi tempat suci tiga agama, Islam, Yahudi, dan Kristen. Sementara, rencana Trump untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem telah membuat khawatir.

Sebelum meninggalkan Turki, Erdogan mengatakan AS telah menarik diri atas upaya perdamaian di Yerusalem.

"Dalam proses ke depan, terimalah bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Palestina. Inilah titik yang akan dicapai. Kami sedang bekerja untuk hal tersebut," katanya kepada wartawan di Istanbul.

Baca juga : Turki-AS Beda Versi soal Percakapan Telepon Trump-Erdogan

Menurutnya, Turki kini memimpin 1,7 miliar Muslim di seluruh dunia, setelah negara tersebut memegang jabatan kepresidenan dalam KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan 57 negara anggota.

Sementara, Paus Fransiskus dianggap sebagai perwakilan umat Katolik di dunia.

"Dua blok penting ini sebenarnya eleman yang menentukan wilayah ini (Yerusalem)," ucapnya.

Erdogan dijadwalkan akan bertemu Paus pada Senin (5/2/2018) yang akan menjadi kunjungan pertama presiden Turki ke Vatikan dalam 59 tahun terakhir.

Keduanya diprediksi akan juga membahas situasi di Suriah dan Irak, serta terkait bantuan kemanusiaan dan nasib pengungsi.

Baca juga : Erdogan Ingin Dirikan Kedubes untuk Palestina di Yerusalem Timur

Aksi demonstrasi kepada Erdogan diperkirakan akan terjadi di Roma. Sekitar 3.500 polisi dan pasukan keamanan diterjunkan untuk mengamankan situasi.

Pemimpin Turki tersebut juga akan bertemu dengan Presiden Italia Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Paolo Gentiloni, pada Senin (5/2/2018), serta para pelaku usaha.

Sebelumnya, hubungan Paus Fransiskus dengan Erdogan pernah renggang ketika kepala Gereja Katolik Roma itu secara terbuka menyatakan pembantaian pada 1915 terhadap 1,5 juta orang Armenia di Turki sebagai genosida.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X