Kompas.com - 03/02/2018, 21:47 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) mendesak kepada pemerintahan Turki untuk menghentikan tindakan serangan mematikan terhadap warga sipil Suriah di perbatasan.

Organisasi tersebut juga meminta kepada Ankara untuk membuka perbatasan bagi warga sipil Suriah yang hendak menyeberang untuk mencari suaka.

"Banyak yang mencoba melarikan diri ke Turki, namun pasukan penjaga perbatasan justru menembak tanpa pandang bulu dan langsung memulangkan warga Suriah yang ingin mencari suaka," demikian pernyataan HRW, dilansir dari AFP, Sabtu (3/2/2018).

Baca juga: Dua Pekan Pertama 2018, Konflik di Suriah Tewaskan 30 Anak

Laporan PBB menyebutkan, sebanyak lebih dari 270.000 orang telah mengungsi dari provinsi Idlib di barat laut Suriah sejak pertengahan Desember 2017 akibat serangan yang dilakukan pasukan pemerintah Suriah.

Turki, hingga saat ini dilaporkan telah menampung sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah, namun juga terus memaksa kembali siapa saja yang mencoba menyeberang perbatasan di selatan sejak Agustus 2015.

Beberapa pengungsi Suriah akhirnya dapat menyeberang setelah memakai jasa penyelundup.

"Warga Suriah yang melarikan diri ke perbatasan Turki yang ingin mencari perlindungan dan suaka justru dipaksa kembali dengan peluru dan tindakan pelecehan," kata Wakil Direktur HRW di Timur Tengah, Lama Fakih.

HRW, mendesak pemerintah Turki segera memberikan standar instruksi kepada penjaga di seluruh titik perbatasan.

"Tembakan tidak seharusnya diarahkan kepada para pencari suaka dan tidak ada dari mereka yang layak diperlakukan tak pantas. Sebaliknya, mereka harus segera mendapatkan bantuan medis saat tiba," tambah Fakih.

Pemulangan para pengungsi Suriah telah menjadi perdebatan publik di Turki, seperti juga di Lebanon dan Yordania yang juga menampung sejumlah besar dari mereka.

Meski demikian, HRW tetap memperingatkan bahwa situasi di Suriah terlalu berbahaya bagi warga sipil untuk dikirim kembali.

Baca juga: Markas Pemberontak Suriah Diserang, 23 Tewas Termasuk Warga Sipil

Terlebih kini tengah berlangsung operasi militer oleh Turki di Afrin yang turut berperan dalam meningkatnya jumlah pengungsi dari Suriah dan Ankara harus membiarkan warga Suriah yang putus asa untuk menyeberang guna mendapat perlindungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.