AS Beri Sanksi Enam Pengusaha dan Tujuh Perusahaan Terkait Hizbullah

Kompas.com - 03/02/2018, 10:53 WIB
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengumumkan sanksi kepada enam pengusaha yang diyakini berhubungan dengan kelompok Hizbullah. Pete Marovich / AFPMenteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengumumkan sanksi kepada enam pengusaha yang diyakini berhubungan dengan kelompok Hizbullah.
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS pada Jumat (2/2/2018) secara resmi menjatuhkan sanksi ekonomi kepada enam individu dan tujuh entitas yang diyakini berhubungan dengan penyandang dana kelompok milisi Hizbullah.

Enam individu yang dijatuhi sanksi tersebut, lima berasal dari Lebanon dan seorang Irak. Sedangkan tujuh entitas yang disanksi merupakan perusahaan yang berbasis di Sierra Leone, Liberia, Lebanon, dan Ghana.

Individu dan perusahaan yang diberi sanksi tersebut diyakini memiliki hubungan dengan salah satu penyandang dana terbesar bagi Hizbullah, yakni Adham Tabaja dan perusahaannya, Al-Inmaa yang bergerak di bidang teknik dan kontraktor.

Baca juga: AS Ingin Pasukan PBB di Lebanon Bisa Selidiki Pelanggaran Hizbullah

Sanksi yang diberikan termasuk larangan perdagangan serta pembekuan aset yang berada di bawah jangkauan hukum AS. Warga AS juga dilarang terlibat transaksi dengan mereka.

Pemberian sanksi itu menjadi yang pertama dilakukan AS dengan menargetkan Hizbullah setelah sebuah tinjauan kebijakan yang dilakukan pemerintahan Donald Trump.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan sinyal tegas kepada Hizbullah maupun para pendukungnya dan melawan pengaruh Iran di Timur Tengah.

"Pemerintah bertujuan untuk membongkar dan mengacaukan jaringan Hizbullah, termasuk yang berada di Timur Tengah dan Afrika Barat, yang memberikan dana untuk membiayai operasi ilegal mereka," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Menurut pejabat senior AS yang tak ingin disebut identitasnya, Hizbullah mendapat dana hingga 700 juta dolar AS per tahun dari individu dan perusahaan tersebut.

Baca juga: Dua Petinggi Korea Utara Kena Sanksi AS

Dengan sanksi yang akan terus diberikan, diyakini Hizbullah akan mengalami tekanan finansial karena harus terus membiayai operasi mereka di Suriah dan Yaman.

AS turut berharap kepada sekutu negara-negara Eropa untuk ikut menjatuhkan sanksi demi meningkatkan tekanan pada kelompok tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP,Arab News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X