Kompas.com - 02/02/2018, 21:59 WIB
Prajurit Uni Soviet ketika berperang melawan Nazi Jerman dalam Pertempuran Stalingrad. Perang yang berlangsung sejak 23 Agustus 1942 itu kemudian dimenangkan Soviet pada 2 Februari 1943, dan sekaligus mengubah jalannya Perang Dunia II menjadi milik Sekutu. TASSPrajurit Uni Soviet ketika berperang melawan Nazi Jerman dalam Pertempuran Stalingrad. Perang yang berlangsung sejak 23 Agustus 1942 itu kemudian dimenangkan Soviet pada 2 Februari 1943, dan sekaligus mengubah jalannya Perang Dunia II menjadi milik Sekutu.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

VOLGOGRAD, KOMPAS.com - Jumat (2/2/2018), merupakan hari yang begitu penting bagi rakyat di Rusia.

Sebab, mereka memperingati 75 tahun kemenangan Rusia (dulu bernama Uni Soviet) atas Nazi Jerman dalam Pertempuran Stalingrad.

Pertempuran yang dimulai pada 17 Juli 1942 hingga 2 Februari 1943 itu tidak hanya dipandang sebagai pertempuran patriotik yang akbar bagi Rusia.

Pertempuran yang memakan korban tewas hingga 1,8 juta orang itu juga disebut sebagai salah satu medan pertempuran terhebat selama Perang Dunia II.

Sebab, kemenangan Rusia di kota yang kini bernama Volgograd itu mengubah alur peperangan menjadi milik Sekutu.

Sejarawan Rusia, Andrei Issayev, kepada TASS membeberkan sejumlah fakta kunci Pertempuran Stalingrad.

Baca juga : Polisi Perancis Evakuasi 1.000 Migran dari Stasiun Metro Stalingrad

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Operasi Koltso (Cincin)
Melalui operasi ini, Soviet berhasil membentuk kembali pasukan di tengah kepungan Divisi ke-6 Wehrmacht yang menyerang sejak Agustus 1942.

Sebuah serangan hebat yang dilakukan artileri Tentara Merah membuat divisi tersebut menyerah.

Bendera putih awalnya dikibarkan oleh Jenderal Karl Strecker. Kemudian, komandan divisi, Marsekal Lapangan Friedrich Paulus, menyusul dua hari kemudian.

Operasi ini membuat Soviet berhasil menawan 91.000 pasukan Wehrmacht. Termasuk di dalamnya 2.500 perwira, dan 24 jenderal.

Baca juga : Pernikahan di Jepang Makin Sedikit sejak Akhir Perang Dunia II

2. Pukulan Telak Reich Ketiga
Menurut propaganda yang dilakukan para jenderal Nazi, pada 1943, Jerman yang disebut dengan Reich Ketiga (Negara Ketiga) tengah berada di masa kejayaan.

Jadi, bisa dibayangkan betapa terpukulnya Nazi ketika mengetahui mereka menderita kekalahan telak di Stalingrad.

Serangan dahsyat yang dilakukan tentara Soviet membuat kubu Poros yang berisi Nazi, Hongaria, dan Italia kocar-kacir.

Misalnya Pasukan Grup A yang ada di Kaukasus Utara, dan Grup B asal Rostov-on-Don dan Kharkov, memilih mundur.

Soviet kemudian bisa leluasa melumpuhkan sisa pasukan Nazi, Hongaria, maupun Italia yang ada di Stalingrad.

Baca juga : Tentara Perang Dunia II Baru Dikenali Setelah 74 Tahun Meninggal

3. Apa Kunci Kemenangan Soviet?
Issayev memaparkan, terdapat beberapa faktor yang membuat Tentara Merah berhasil mengamankan Stalingrad dari Nazi.

Yang pertama adalah peremajaan beberapa front yang babak belur dihantam Jerman.

"Sepanjang musim panas, Soviet mengganti para pejuang di sana dengan anggota baru yang terlatih, dan menempatkan korps cadangan," beber Issayev.

Kedua, Soviet membentuk Infanteri Mekanis. Yakni pasukan infanteri yang dilindungi dengan kendaraan pengangkut lapis baja (APC).

Berkat kebijakan itu, mereka bisa menembus jantung pertahanan musuh meski terpisah dari pasukan utama.

Opsi kedua menjadi historis, lanjut Issayev, dikarenakan saat itu mereka menggunakan kendaraan lapis baja buatan sendiri.

Suplai kendaraan lapis baja bikinan Amerika Serikat (AS) kepada Konvoi Arktik terbukti kurang cocok dengan Medan Timur.

Baca juga : 6 Pesawat Tempur Paling Penting Bagi AS di Masa Perang Dunia II

4. Tokoh Sentral: Zhukov dan Vassilevsky
Dua komandan berpengaruh Soviet, Georgy Zhukov dan Alexander Vassilevsky, memainkan peranan sentral dalam kemenangan Soviet di Stalingrad.

Sebab, mereka berdua menjadi kreator Operasi Uranus. Yakni operasi yang dilakukan di luar Stalingrad.

Selain mempunyai visi yang sangat jitu, kedua komandan tersebut juga sangat percaya diri.

Issayev berkata, kepercayaan diri itu juga menjadi kunci penting. Sebab, pasukan butuh mendapat dukungan moral ketika bersiap menembus garis serangan musuh.

Berkat Operasi Uranus, Soviet berhasil menahan sekitar 30.000 Divisi Pasukan ke-6, dan Divisi Tank ke-4.

Sebuah kemenangan yang sebenarnya juga tidak disangka oleh Zhukov dan Vassilevsky sendiri.

Baca juga : Ditemukan 225 Kg Bom Sisa Perang Dunia II, Sebuah Penjara Dikosongkan



Sumber TASS
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X