Kompas.com - 02/02/2018, 20:49 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Berbagai sanksi ekonomi telah diberikan Amerika Serikat (AS) dan PBB kepada Korea Utara (Korut).

Namun, negeri komunis tersebut tetap kukuh dalam mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Karena itu, Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melakukan serangan "Bloody Nose" kepada Korut.

Newsweek melansir Kamis (1/2/2018), Bloody Nose adalah wacana untuk mengirim operasi militer skala kecil ke Korut.

Secara jumlah, kebijakan tersebut tidak akan berimbas kepada deklarasi perang. Namun, efektivitas serangan tersebut diyakini bisa memaksa Korut melakukan denuklirisasi.

Wacana untuk melakukan "Bloody Nose" tersebut langsung membuat Gedung Putih terbelah.

Baca juga : CIA Khawatir Korut Tak Lama Lagi Kirim Misil Nuklir ke AS

CNN melaporkan, penasihat keamanan nasional, HR McMaster langsung menyatakan persetujuannya.

Dalam pandangannya, McMaster menyatakan bahwa mereka harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa sejak awal Korut tidak berniat untuk menggelar negosiasi damai.

"Mungkin, ini adalah waktu yang tepat untuk memberi Korut pelajaran lewat kekuatan kami," tegas McMaster.

Namun, dua menteri utama Trump, Menlu Rex Tillerson dan Menhan James Mattis, langsung meminta presiden 71 tahun tersebut agar meninjau ulang opsi militer.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber SCMP,Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.