Dampak Vaksin Demam Berdarah, Orangtua di Filipina Tolak Anaknya Diimunisasi

Kompas.com - 02/02/2018, 19:27 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Filipina Enrique Domingo berbicara dalam konferensi pers terkait vaksin Dengvaxia di Manila, Jumat (2/2/2018). Noel Celis / AFPWakil Menteri Kesehatan Filipina Enrique Domingo berbicara dalam konferensi pers terkait vaksin Dengvaxia di Manila, Jumat (2/2/2018).
|
EditorAgni Vidya Perdana

MANILA, KOMPAS.com - Dampak pemberitaan seputar vaksin demam berdarah yang dihentikan distribusi dan penjualannya di Filipina mulai terlihat. Para orangtua kini menolak mengikutkan anak-anak mereka dalam program imunisasi.

Kementerian Kesehatan Filipina, Jumat (2/2/2018) melaporkan, tingkat penerima imunisasi polio, cacar air, tetanus, dan penyakit yang bisa dicegah lainnya mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut mulai terjadi setelah pemerintah menghentikan penjualan dan distribusi vaksin demam berdara Dengvaxia pada bulan Desember, karena diduga terkait dengan kematian 14 anak penerima vaksin.

Baca juga: Filipina Selidiki Penyebab Kematian 14 Anak Diduga Terkait Vaksin DBD

Jika tidak segera diambil tindakan, dikhawatirkan situasi akan mengarah pada mewabahnya penyakit yang seharusnya dapat dicegah.

Salah seorang pejabat di Kementerian Kesehatan mengatakan, para orangtua kini takut dan menolak jika anak-anak mereka mendapat imunisasi, meski pun bukan imunisasi Dengvaxia.

"Warga Filipina sekarang menjadi takut akan seluruh vaksin. Program yang sedang kami jalankan kini dalam bahaya," kata Wakil Menteri Kesehatan Filipina Enrique Domingo dilansir AFP.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Filipina menjadi negara pertama di dunia yang mulai melaksanakan program imunisasi massal untuk vaksin demam berdarah pada 2016. Hingga 2017 lalu, sebanyak 830.000 anak telah menerima suntikan vaksin demam berdarah, Dengvaxia.

Namun pemerintah Filipina kemudian menghentikan program imunisasi massal sekaligus pendistribusian vaksin Dengvaxia, setelah muncul dugaan vaksin tersebut terkait dengan kematian 14 anak-anak.

Baca juga: Produsen Vaksin Demam Berdarah Desak Filipina Batalkan Penangguhan

Kabar diperburuk dengan informasi dari Sanofi, produsen vaksin, yang mengatakan pemberian Dengvaxia akan meningkatkan risiko dan gejala pada anak yang belum pernah terkena demam berdarah.

Meski Sanofi telah membantah vaksin yang mereka produksi berkaitan dengan kematian 14 anak, pemerintah tetap berkeras menghentikan imunisasi dan mulai menjalankan penyelidikan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X