Kompas.com - 02/02/2018, 17:32 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

GAZA, KOMPAS.com - Krisis listrik yang disebabkan kelangkaan bahan bakar akhirnya memaksa sejumlah pusat pelayanan kesehatan di Gaza berhenti beroperasi. Hingga Kamis (1/2/2018), dilaporkan total ada delapan rumah sakit maupun pusat kesehatan yang tutup.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, ketika krisis bahan bakar sampai membuat pusat layanan kesehatan terhenti.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qadra menyebutkan, tujuh pusat layanan kesehatan yang terdampak krisis bahan bakar dan harus tutup pada Rabu (31/1/2018), yakni Pusat Kesehatan Sourani, Pusat Medis Palestina, Yayasan Medis, Administrasi Kesehatan Gaza, Abasan Al-Kabira, Atatra dan Lembaga Orang Cacat Fisik.

Sementara pada Senin (29/1/2018), rumah sakit Beit Hanoun di utara Gaza sudah lebih dulu menghentikan pelayanan karena tak memiliki bahan bakar untuk menghidupkan mesin generator.

Baca juga: Kesulitan Bahan Bakar, Rumah Sakit di Gaza Berhenti Beroperasi

Komite Manajemen Krisis di kementerian kini mendesak perusahaan energi untuk segera dapat menyediakan listrik untuk kebutuhan rumah sakit dan pusat kesehatan tersebut.

"Pelayanan kesehatan kita terus mengalami penurunan setelah tutupnya rumah sakit Beit Hanoun sejak tiga hari lalu dan rumah sakit anak-anak Al-Durra."

"Pasien dipindahkan ke rumah sakit lain karena kurangnya bahan bakar. Saya pikir tinggal menunggu waktu sampai generator di rumah sakit jiwa juga berhenti," kata Al-Qadra, Rabu (31/1/2018).

Gaza membutuhkan hingga 500 megawat listrik per hari namun menerima hanya kurang dari separuhnya. Hal itu berarti penduduk hanya mendapat listrik selama beberapa jam setiap harinya.

Juru bicara perusahaan distribusi listrik di Gaza, Mohammed Thabet mengatakan, pekan ini pasokan listrik sempat turun hingga hanya 178 megawat. Sementara kebutuhan listrik meningkat seiring cuaca dingin.

Agar dapat bertahan, rumah sakit pun mengandalkan generator yang berarti membutuhkan tambahan pasokan bahan bakar. Namun kelangkaan bahan bakar justru kerap terjadi.

Baca juga: Israel Kembali Memasok Listrik ke Jalur Gaza

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.