Kini, Lirik Lagu Kebangsaan Kanada Tidak Bias Jender

Kompas.com - 02/02/2018, 13:20 WIB
Ilustrasi Bendera Kanada. Sky NewsIlustrasi Bendera Kanada.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

OTTAWA, KOMPAS.com — Senat Kanada memutuskan mengesahkan perubahan pada lagu kebangsaan mereka, "O Canada".

Dilaporkan Sky News, Kamis (1/2/2018), keputusan tersebut diambil setelah mereka mengadakan sidang, Rabu (31/1/2018).

Perubahan tersebut dilakukan pada baris kedua lagu yang berbunyi "True patriot love in all thy sons command (Cinta tanah air sejati dalam diri putramu)".

Baris tersebut dianggap bias jender sehingga diubah menjadi "True patriot love in all of us command (Cinta tanah air sejati dalam diri kami semua)".


Baca juga: Keluarga di Kanada Ini 2 Kali Salah Terima Jenazah

Perubahan baris kedua lagu kebangsaan tersebut pertama kali diajukan anggota Partai Liberal, Mauril Belanger, pada Januari 2016.

Namun, tujuh bulan kemudian, Belanger meninggal karena menderita penyakit lou gehrig.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyambut baik persetujuan senat di akun Twitter-nya.

"Usul perubahan lirik di baris kedua 'O Canada' telah disepakati. Sebuah langkah positif bagi kesetaraan jender," ucap Trudeau.

Namun, tidak semua masyarakat Kanada menerima perubahan tersebut. "Maaf saja, saya tidak akan mengubah cara saya bernyanyi 'O Canada'," ujar salah seorang netizen.

"Keinginan agar 'O Canada; tidak bias jender bukan mencerminkan keinginan seluruh warga Kanada," kata warganet lainnya.

"O Canada" pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 1880. Setelah itu, berbagai versi nyanyian itu berkembang.

Lirik versi Inggris "In all thy sons command" merupakan perubahan dari "thou dost in us command (Cukup Tuhan yang memimpin kami)" pada 1913.

Namun, untuk versi Perancis, Sky News memberitakan tidak mengalami perubahan di liriknya.

Baca juga: Donald Trump Tak Hafal Teks Lagu Kebangsaan Amerika Serikat?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X