Kompas.com - 02/02/2018, 12:35 WIB
Diktator Uganda, Idi Amin Dada. HistoryDiktator Uganda, Idi Amin Dada.
|
EditorErvan Hardoko

Di awal masa pemerintahannya, Amin banyak membuat keputusan dan tindakan yang populer termasuk membebaskan tahanan politik yang dijebloskan ke penjara oleh Obote.

Namun kemudian Amin membentuk "pasukan pembunuh" dan menggunakannya untuk memburu para pendukung para pendukung Obote, terutama berasal dari etnis Acholi dan Lango.

Tak butuh waktu lama, korban pasukan pembunuh Idi Amin menjadi semakin beragam termasuk jurnalis, pengacara, kaum gay, pelajar, dan para birokrat senior.

Pada 1972, Amin mengusir semua warga keturunan Asia yang menyebabkan eksodus 60.000 orang keturunan India dan Pakistan dari Uganda, sebuah langkah yang kemudian melumpuhkan perekonomian negeri itu.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Moammar Khadaffi Tewas Dieksekusi Pemberontak

Amin kemudian dikenal dengan julukan "Jagal dari Uganda" karena kebrutalannya. Diyakini tak kurang dari 300.000 orang tewas sepanjang masa pemerintahannya.

Pada Juli 1976, dia secara personal terlibat dalam pembajakan sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Perancis ke Entebbe.

Pada 1978, Amin mengirimkan tentaranya ke Tanzania untuk mencoba menganeksasi wilayah Kagera sekaligus mengalihkan pandangan rakyatnya dari masalah dalam negeri.

Namun, perang ini ternyata menjadi bumerang dan sekaligus awal kejatuhannya dari tampuk kekuasaan.

Pada 1979, dengan bantuan Front Pembebasan Nasionalis Uganda, tentara Tanzania menggelar serangan balasan yang sukses mengusir pasukan Idi Amin.

Saat pasukan Tanzania bergerak menuju ibu kota Kampala, pada 13 April 1979, Amin yang tak melihat peluang menang meninggalkan kota itu.

Dia kemudian kabur ke beberapa negara yaitu Libya sebelum akhirnya mendapatkan suaka dari pemerintah Arab Saudi.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Alexander Agung Wafat

Tak hanya memberi suaka, pemerintah Saudi juga memberikan subsidi berupa uang yang cukup banyak dengan jaminan Amin tak akan terjun kembali ke dunia politik.

Setelah Amin kabur, Milton Obote yang dulu digulingkan kembali ke Uganda dan sekali lagi menjadi presiden pada 1980-1985.

Selama beberapa tahun Amin tinggal di dua lantai teratas Hotel Novotel yang terletak di Jalan Palestina, Jeddah, Arab Saudi.

Pada 19 Juli 2003, istri Idi Amin, Madina mengabarkan suaminya dalam kondisi koma akibat gagal ginjal dan dirawat di RS Raja Faisal di Jeddah, Arab Saudi.

Madina lalu meminta kepada presiden Uganda, Yoweri Museveni agar mengizinkan Idi Amin kembali ke Uganda di sisa hidupnya.

Namun, Presiden Museveni menjawab, Idi Amin harus mempertanggungjawabkan semua kejahatannya di masa lalu jika pulang ke Uganda.

Akhirnya keluarga Idi Amin memutuskan untuk melepas alat penunjang kehidupan dan mantan diktator Uganda itu dinyatakan meninggal dunia pada 16 Agustus 2003.

Dia dimakamkan di sebuah kuburan yang sederhana di taman pemakaman Ruwais di Jeddah.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Putra Mahkota Nepal Bantai Seluruh Keluarganya

Setelah Amin meninggal dunia, mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Owen mengaku dia pernah mengusulkan agar Idi Amin dibunuh.

"Saya tak pernah menyesal pernah mempertimbangkan pembunuhan Idi Amin, sebab kebrutalan rezimnya hampir sama seperti Pol Pot dan menjadi yang paling buruk di Afrika," ujar Owen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.