Jutaan Pengungsi Afghanistan Terancam Dideportasi dari Pakistan

Kompas.com - 01/02/2018, 18:24 WIB
Para pengungsi Afghanistan mengantre di pusat registrasi di Peshawar untuk mengurus perpanjangan izin tinggal mereka di Pakistan. Abdul Majeed / AFPPara pengungsi Afghanistan mengantre di pusat registrasi di Peshawar untuk mengurus perpanjangan izin tinggal mereka di Pakistan.
|
EditorAgni Vidya Perdana

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Sebanyak 2,5 juta warga Afghanistan yang mengungsi ke Pakistan terancam menghadapi deportasi setelah masa tinggal mereka di negara itu berakhir pada Rabu (31/1/2018) lalu.

Hal itu setelah pemerintah Pakistan pada tahun ini memutuskan hanya memperpanjang izin tinggal legal untuk para pengungsi Afghanistan di wilayahnya selama satu bulan atau berakhir pada 31 Januari 2018.

Perpanjangan izin tinggal tersebut sudah kali keenam diberikan pemerintah Pakistan pada pengungsi Afghanistan. Hanya saja di tahun-tahun sebelumnya, perpanjangan selalu diberikan untuk jangka waktu satu tahun.

Dilansir Sky News, Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi awal Januari lalu mengumumkan perpanjangan tahun ini hanya selama satu bulan.

Baca juga: Puluhan Pengungsi Afghanistan dan Sudan Tinggal di Trotoar Kalideres

Abbasi beralasan situasi ekonomi Pakistan saat ini terlalu terbebani adanya para pengungsi yang telah tinggal dalam waktu lama, dan saat ini pemerintah menilai sudah tidak sanggup mempertahankan mereka.

Menteri Wilayah Kesukuan Pakistan Abdul Qadir Baloch telah meminta bantuan dari AS agar proses pemulangan para pengungsi Afghanistan dapat berjalan lancar dalam situasi keamanan dan ekonomi negara itu saat ini.

Sementara, para pengungsi Afghanistan di Pakistan meyakini saat ini tidak ada ancaman yang mengharuskan mereka keluar dari negara itu dalam waktu dekat.

Sebaliknya, mereka percaya tengah menjadi alat untuk mengatasi perselisihan politik yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Pakistan dengan Afghanistan saat ini tenang memanas setelah kedua pemerintahan saling tuduh satu sama lain sebagai negara yang melindungi teroris dan menjadi tempat persembunyian kelompok teroris.

Pemerintah Afghanistan sedang berupaya mengintegrasikan kembali agar warganya yang kehilangan tempat tinggal dapat kembali, namun keterbatasan sumber daya sulit untuk menangani sejumlah besar pengungsi yang melintasi perbatasan.

Sementara bagi Pakistan, para pengungsi Afghanistan yang tinggal di wilayah mereka merupakan salah satu cara untuk mencegah permusuhan dari Kabul maupun tekanan dari Washington.

Penduduk Afghanistan mulai meninggalkan negara mereka sejak pecahnya perang Soviet-Afghanistan di 1980-an, berlanjut dengan perselisihan sipil, penguasaan Taliban, hingga Perang Teror yang dipimpin AS.

Baca juga: Peneliti CIIA: Indonesia Akan Sulit Bantu Afghanistan Keluar dari Konflik

Menurut organisasi kemanusiaan Oxfam, dalam dua tahun terakhir hampir dua juta penduduk Afghanistan yang mengungsi karena berbagai kekerasan di seluruh penjuru negeri.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X