Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2018, 14:36 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Al Jazeera

RAMALLAH, KOMPAS.com - Sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Palestina memaparkan, selama Januari 2018, enam warga Palestina tewas setelah bentrok dengan pasukan Israel.

Laith Abu Naim, remaja berusia 16 tahun, menjadi nama terbaru setelah dia meninggal Selasa (30/1/2018).

Seperti diwartakan Al Jazeera Rabu (31/1/2018), Naim meninggal karena menderita luka akibat ditembak tentara Israel di dekat rumahnya di Ramallah, Tepi Barat.

Maha Abdullah, peneliti hukum dari Al Haq berkata, selain Naim, terdapat tiga remaja lain yang tewas ditembak militer Israel.

Mereka antara lain Firas al-Tamimi (16), Amir Abd al-Hamid Abu Musa'ed (15), serta Ali Omar Qino (17).

Baca juga : Presiden Palestina: Yerusalem Tidak untuk Dijual!

Sementara dua orang sisanya berusia di atas 25 tahun. Yakni Ahmad Abd al-Jaber Salim (28), serta Ahmad Ismail Jarrar (31).

Abdullah mengatakan, selama dua bulan terakhir, militer Israel menggunakan peluru tajam ketika berhadapan dengan demonstran dalam jarak dekat.

"Mereka juga menggunakan peluru karet, gas air mata, dan melancarkan serangan udara terhadap pengunjuk rasa di Jalur Gaza,' tutur Abdullah.

Merujuk Bulan Sabit Merah di Pakistan mencatat, sejak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel (6/12/2017), 2.900 orang terluka karena terlibat bentrok dengan aparat Israel.

Sementara lebih dari 500 orang ditahan oleh pasukan Israel di seluruh wilayah Palestina.

Abdullah melanjutkan, dia memperkirakan aksi demonstrasi bakal semakin meningkat.

Sebab, tahun ini, Palestina bakal memperingati 70 tahun Peristiwa Nakba, atau yang berarti "Bencana".

Peristiwa itu merujuk eksodus yang dilakukan 700.000 orang Palestina akibat Perang Palestina di 1948.

Abdullah menyatakan, besar kemungkinan militer Israel bakal kembali menggunakan kekerasan untuk menghalau demonstran.

"Ada kans bakal terjadi demonstran yang terluka, atau bahkan tewas, selama unjuk rasa," tutur Abdullah kembali.

Baca juga : Voting di Majelis Umum PBB soal Yerusalem, 128 Negara Menentang AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com