Kelebihan Napi, Muncul Fenomena Penjara Asrama di Australia - Kompas.com

Kelebihan Napi, Muncul Fenomena Penjara Asrama di Australia

Kompas.com - 31/01/2018, 14:56 WIB
Inilah salah satu sel yang berisikan tempat tidur, meja, fasilitas hiburan audio video. (ABC Newcastle/Anthony Scully)
Inilah salah satu sel yang berisikan tempat tidur, meja, fasilitas hiburan audio video. (ABC Newcastle/Anthony Scully)


CESNOCK, KOMPAS.com - Penjara dadakan telah dibangun di Kota Cesnock di New South Wales, Australia, untuk mengatasi permasalahan kelebihan narapidana.

Australia Plus pada Rabu (31/1/2018) melaporkan penjara jenis tersebut merupakan yang kedua sejenis yang dibangun di Australia.

Lembaga pemasyarakatan Hunter Valley dibangun hanya dalam waktu setahun, jauh lebih cepat dari yang biasa, karena modelnya hanya berupa akomodasi bergaya asrama sehingga tidak memerlukan sel-sel.

"Baru, inovatif, dan saya kira menjadi cara efektif untuk membangun penjara," kata Menteri Urusan Lembaga Permasyarakatan New South Wales, David Elliott.

Sebanyak 25 tahanan kategori keamanan maksimum akan ditempatkan di setiap asrama dan akan memiliki akses ke bilik mereka sendiri.

Baca juga : Dongkrak Ekspor Alutsista, Australia Anggarkan Rp 40 Triliun

Fasilitas ini akan menampung total sekitar 400 narapidana, yang akan diawasi 24 jam oleh kamera inframerah, serta penjaga bersenjata berat yang berpatroli mengawasi asrama.

Para narapidana diperkirakan akan memasuki Lapas Hunter Valley pada pertengahan Februari 2018.

Elliott mengatakan narapidana akan dipilih secara hati-hati untuk menghuni fasilitas tersebut, dan akan dilibatkan dalam pelatihan, pendidikan dan rehabilitasi selama 15 jam sehari.

"Yang kami lakukan adalah fokus pada rehabilitasi, jadi masalah akomodasi sebenarnya tidak akan begitu penting," katanya.

"Tentara hidup dalam kondisi sama dan melakukan pekerjaan yang begitu sulit. Saya kira bukan tidak manusiawi jika narapidana tinggal di lingkungan yang sama," jelas Elliott.

Baca juga : Terseret Ombak, Dua Remaja Australia Diselamatkan Pakai Drone

Penjara asrama pertama dibuka di Wellington bulan lalu, sebagai bagian dari proyek pemerintah senilai Rp 3,3 miliar untuk menangani populasi narapidana yang melonjak.

Pada 2014-2016, jumlah narapidana di Australia meningkat sebesar 3.150 orang atau 33 persen, menyusul berlakunya pembatasan ketat jaminan tahanan luar pada 2014.

Direktur eksekutif Biro Statistik dan Riset Kejahatan New South Wales, Don Weatherburn mengatakan populasi penjara wilayahnya akan terus meningkat, kendati jumlah terpidana yang dibebaskan bersyarat juga meningkat.

"Antara 2014 hingga 2017, rata-rata bulanan terpidana yang dibebaskan bersyarat meningkat 35 persen, dari 504 sampai 682 terpidana," katanya.

Baca juga : Australia Tarik Mundur Jet Tempur dari Koalisi Anti-ISIS di Irak

Peningkatan terpidana yang dibebaskan bersyarat mengimbangi pertumbuhan cepat jumlah narapidana baru yang meningkat 20 persen dalam periode yang sama.

Para kritikus mengatakan model penjara seperti asrama yang ditiru dari Amerika Serikat, akan membuat narapidana terbuka melakukan intimidasi dan menghambat rehabilitasi.

"Ini menciptakan suasana di mana orang kehilangan privasi dan dengan demikian juga dengan harga diri mereka," kata John Dowd, dari Koalisi Keadilan Masyarakat.

"Ada sejumlah kejadian di Amerika Serikat terkait kekerasan kelompok dan orang cedera, dan tentu saja pada akhirnya merupakan bahaya bagi para sipir," ujarnya.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X