Puigdemont Batal Jadi Presiden Catalonia

Kompas.com - 31/01/2018, 12:45 WIB
Mantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, memberikan keterangan pers di Brussels, Belgia, menyikapi hasil pemilu di Catalonia (21/12/2017) John Thys/AFPMantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, memberikan keterangan pers di Brussels, Belgia, menyikapi hasil pemilu di Catalonia (21/12/2017)
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BARCELONA, KOMPAS.com - Ambisi Carles Puigdemont untuk kembali menjadi Presiden Catalonia dipastikan terhambat.

Seperti diberitakan oleh Sky News Selasa (30/1/2018), Pengadilan Spanyol menolak permintaan Puigdemont agar bisa diizinkan hadir di parlemen.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Spanyol telah memerintahkan agar Puigdemont bisa hadir secara fisik dalam pemilihan presiden, bukan dari Teleconference seperti yang selama ini dia usulkan.

Sejak 30 Oktober 2017, Puigdemont dan empat menterinya mengasingkan diri ke Brussels, Belgia pasca-pembekuan pemerintahan oleh Spanyol tiga hari sebelumnya (27/10/2017).


Namun, otoritas Spanyol telah mengancam bakal menangkap Puigdemont dengan tuduhan pemberontakan dan penghasutan jika kembali.

Baca juga : Spanyol Gunakan Langkah Hukum untuk Hentikan Puigdemont

Karena itu, parlemen kemudian memutuskan untuk menangguhkan pemilihan yang seharusnya digelar Selasa hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Namun, Ketua Parlemen Catalonia, Roger Torrent, menyatakan tidak akan mengajukan kandidat lain.

Dalam pandangannya, Puigdemont sama seperti warga negara lainnya, mempunyai hak politik untuk dipilih sebagai presiden.

"Pemerintah dan Mahkamah Konstitusi Spanyol sejak awal berniat merusak hak konsititusi rakyat Catalonia. Kami tidak bisa menerimanya," tegas Torrent.

Dalam video yang diposting di Twitter, Puigdemont mengecam Madrid yang dengan memainkan hukum untuk mengekang Catalonia.

Puigdemont menyatakan, kemenangan partai pro-kemerdekaan dalam pemilu 21 Desember 2017 menjadi keinginan rakyat agar Catalonia benar-benar memisahkan diri dari Spanyol.

"Demokrasi berarti menerima apapun segala hasil pemilu. Namun, Spanyol tidak seperti itu. Malah, mereka terkesan memaksakan kehendak mereka," kecam Puigdemont.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menyatakan bahwa Puigdemont tidak akan bisa menjalankan pemerintahan Catalonia dari Belgia.

Rajoy juga menegaskan bakal memperpanjang masa pembekuan Catalonia jika mereka masih tetap memilih Puigdemont.

Baca juga : Puigdemont: Saya Bisa Memerintah Catalonia dari Belgia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X