60.000 Anak Korea Utara Terancam Kelaparan Akibat Sanksi Internasional - Kompas.com

60.000 Anak Korea Utara Terancam Kelaparan Akibat Sanksi Internasional

Kompas.com - 30/01/2018, 23:44 WIB
Anak-anak Korea Utara berkumpul di depan foto pemimpin negara Kim Il-Sung and Kim Jong-Il di Istana Kumsusan di Pyongyang pada Juli 2013 lalu.Ed Jones / AFP Anak-anak Korea Utara berkumpul di depan foto pemimpin negara Kim Il-Sung and Kim Jong-Il di Istana Kumsusan di Pyongyang pada Juli 2013 lalu.

GENEWA, KOMPAS.com - Sebanyak 60.000 anak-anak di Korea Utara terancam mengalami kelaparan hingga kematian seiring dengan diberlakukannya sanksi internasional yang dijatuhkan kepada Pyongyang terkait pengembangan senjata nuklir.

Lembaga Pendanaan untuk Anak-anak PBB ( UNICEF) mengatakan sanksi internasional turut memperlambat pengiriman bantuan kemanusiaan yang penting bagi anak-anak di Korea Utara.

"Adanya sanksi tersebut telah membuat lebih sulit bagi kami untuk membawa bantuan kemanusiaan ke negara itu," demikian pernyataan UNICEF, dikutip Daily Mirror, Selasa (30/1/2018).

Baca juga: Langgar Sanksi, Korea Utara Disebut Masih Lakukan Ekspor Batu Bara

Berdasarkan undang-undang PBB, meski diberlakukan sanksi namun pengiriman pasokan dan bantuan kemanusiaan tetap dapat dilakukan.

Namun adanya pembatasan bahan bakar turut menyulitkan pengiriman bantuan. Terjadinya kelangkaan bahan bakar menyebabkan biaya untuk pengiriman bantuan lebih mahal.

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Omar Abdi mengatakan, banyak perusahaan keuangan maupun penyediaan barang kini menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan pengiriman.

"Mereka tidak ingin mengambil risiko melanggar sanksi. Hal itulah yang kemudian menyulitkan kami untuk membawa barang bantuan."

"Selain memerlukan waktu yang lebih lama, terutama untuk mengirimkan uang dalam negara tersebut. Selain itu juga sulit mengirimkan barang. Saat ini tidak banyak jalur pelayaran yang beroperasi di wilayah itu," kata Abdi.

Pekan lalu, AS telah kembali menerapkan sanksi baru terhadap sembilan perusahaan, 16 individu dan juga enam kapal Korea Utara.

AS menyebut penambahan sanksi sebagai upaya menanggulangi pelanggaran terus menerus yang dilakukan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Direktur Program Darurat UNICEF Manuel Fontaine mengatakan, muncul kekhawatiran terkait situasi di Korea Utara yang semakin berdampak buruk pada anak-anak di negara tersebut.

Baca juga: Kim Jong Un Dikabarkan Mulai Kehabisan Uang

"Kami memproyeksikan pada suatu saat sepanjang tahun akan ada 60.000 anak-anak Korea Utara menjadi sangat kekurangan gizi."

"Kondisi itu berpotensi menyebabkan kematian. Kecenderungan saat ini mengkhawatirkan dan tidak membaik," kata Fontaine.


EditorAgni Vidya Perdana
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X