Kompas.com - 30/01/2018, 23:44 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

GENEWA, KOMPAS.com - Sebanyak 60.000 anak-anak di Korea Utara terancam mengalami kelaparan hingga kematian seiring dengan diberlakukannya sanksi internasional yang dijatuhkan kepada Pyongyang terkait pengembangan senjata nuklir.

Lembaga Pendanaan untuk Anak-anak PBB (UNICEF) mengatakan sanksi internasional turut memperlambat pengiriman bantuan kemanusiaan yang penting bagi anak-anak di Korea Utara.

"Adanya sanksi tersebut telah membuat lebih sulit bagi kami untuk membawa bantuan kemanusiaan ke negara itu," demikian pernyataan UNICEF, dikutip Daily Mirror, Selasa (30/1/2018).

Baca juga: Langgar Sanksi, Korea Utara Disebut Masih Lakukan Ekspor Batu Bara

Berdasarkan undang-undang PBB, meski diberlakukan sanksi namun pengiriman pasokan dan bantuan kemanusiaan tetap dapat dilakukan.

Namun adanya pembatasan bahan bakar turut menyulitkan pengiriman bantuan. Terjadinya kelangkaan bahan bakar menyebabkan biaya untuk pengiriman bantuan lebih mahal.

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Omar Abdi mengatakan, banyak perusahaan keuangan maupun penyediaan barang kini menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan pengiriman.

"Mereka tidak ingin mengambil risiko melanggar sanksi. Hal itulah yang kemudian menyulitkan kami untuk membawa barang bantuan."

"Selain memerlukan waktu yang lebih lama, terutama untuk mengirimkan uang dalam negara tersebut. Selain itu juga sulit mengirimkan barang. Saat ini tidak banyak jalur pelayaran yang beroperasi di wilayah itu," kata Abdi.

Pekan lalu, AS telah kembali menerapkan sanksi baru terhadap sembilan perusahaan, 16 individu dan juga enam kapal Korea Utara.

AS menyebut penambahan sanksi sebagai upaya menanggulangi pelanggaran terus menerus yang dilakukan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Direktur Program Darurat UNICEF Manuel Fontaine mengatakan, muncul kekhawatiran terkait situasi di Korea Utara yang semakin berdampak buruk pada anak-anak di negara tersebut.

Baca juga: Kim Jong Un Dikabarkan Mulai Kehabisan Uang

"Kami memproyeksikan pada suatu saat sepanjang tahun akan ada 60.000 anak-anak Korea Utara menjadi sangat kekurangan gizi."

"Kondisi itu berpotensi menyebabkan kematian. Kecenderungan saat ini mengkhawatirkan dan tidak membaik," kata Fontaine.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.