Sebelum Dibunuh, Kim Jong Nam Sempat Bertemu Agen Rahasia AS

Kompas.com - 30/01/2018, 17:25 WIB
Kim Jong Nam. YonhapKim Jong Nam.
|
EditorErvan Hardoko

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dikabarkan sempat bertemu dengna agan intelijen AS beberapa hari sebelum dibunuh di bandara internasional Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Dalam sidang yang menghadirkan dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Kim Jong Nam, majelis hakim mendengarkan keterangan bahwa pria itu sempat pergi ke pulau wisata Langkawi pada 9 Februari 2017.

Di pulau itulah Kim Jong Nam diyakini bertemu dengan seorang agen rahasia AS. Namun, Wan Azirul Nizam, yang memimpin investigasi kasus ini mengatakan, sejauh ini identitas sang agen belum diketahui.

Meski demikian, Nizam bisa memastikan bahwa Kim Jong Nam membawa uang tunai 138.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar di tas ranselnya.

Baca juga : Kim Jong Nam Diyakini Bawa Obat Penawar saat Diracun

Tas itu juga dibawa Kim Jong Nam saat diserang di bandara Kuala Lumpur empat hari kemudian. Fakta ini ditemukan setelah polisi memeriksa laptop milik Kim Jong Nam.

Hasil pemeriksaan itu menunjukkan bahwa sebuah kartu memori dimasukkan ke komputer itu beberapa kali pada 9 Februari. Namun, kartu memori tersebut hingga kini tak bisa ditemukan.

Nizam menambahkan, dia mengirimkan seorang petugas untuk melakukan investigasi terkait perjalanan lima hari Kim Jong Nam ke Langkawi.

Langkah itu dilakukan untuk menguak motif di balik pembunuhan terhadap saudara Kim Jong Un tersebut.

Soal kemungkinan Kim Jong Un bertemu dengan agen rahasia Amerika Serikat juga disampaikan guru besar Universitas Waseda Tokyo Toshimitsu Shigemura.

"Kami mengetahui Kim Jong Nam pernah bertemu dengan agen rahasia Korea Selatan dan dia berada di bawah perlindungan China saat berada di China dan Makau," kata Shigemura, yang juga pakar masalah Korea Utara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X