Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2018, 12:48 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dinas Intelijen Pusat (CIA) menduga Rusia bakal kembali mencampuri pesta demokrasi di Amerikat Serikat (AS).

Pada 6 November mendatang, AS bakal menggelar pemilu untuk Majelis Perwakilan, Senat, dan gubernur di 39 negara bagian.

Direktur CIA, Mike Pompeo berkata, dia yakin bahwa Kremlin bakal mengganggu jalannya pemilu.

"Hingga saat ini, saya tidak melihat adanya penurunan aktivitas yang mereka lakukan," kata Pompeo kepada BBC via AFP Selasa (30/1/2018).

Baca juga : Bocorkan Informasi ke China, Mantan Agen CIA Ditangkap

"Tapi, saya yakin kami bakal menggelar pemilu yang bebas dan adil," lanjut direktur yang menjabat sejak 23 Januari 2017 tersebut.

AFP memberitakan, wawancara Pompeo bertepatan dengan berbagai momen yang terjadi di Negeri Paman Sam.

Di antaranya, pemerintahan Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan sanksi kepada Rusia.

Selain itu, Komite Intelijen Majelis Perwakilan AS melakukan voting terhadap dugaan Dinas Intelijen Federal (FBI) melakukan penyalahgunaan wewenang ketika mengusut kasus Trump.

Selain itu, Wakil Direktur FBI, Andrew McCabe, memutuskan mengundurkan diri Senin (29/1/2018) setelah Trump menuduhnya sebagai simpatisan Demokrat.

Pada 2016, CIA menyimpulkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengintervensi pemilu melalui dinas rahasianya.

Para peretas menyebarkan berbagai dokumen rahasia yang bertujuan menjatuhkan citra kandidat presiden dari Demokrat, Hillary Clinton, dan memenangkan Trump.

Trump selalu menyanggah isu tersebut, dan berkata dugaan dia dimenangkan Kremlin adalah "berita sampah".

Baca juga : CIA Bantu Rusia Cegah Teror, Putin Ucapkan Terima Kasih ke Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com