Kompas.com - 30/01/2018, 11:59 WIB
Kubu oposisi membentangkan bendera Mesir saat berunjuk rasa di luar Istana Presiden di Kairo, Mesir, 2 Juli 2013. Militer Mesir pada 3 Juli mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir. AP PHOTO / HASSAN AMMARKubu oposisi membentangkan bendera Mesir saat berunjuk rasa di luar Istana Presiden di Kairo, Mesir, 2 Juli 2013. Militer Mesir pada 3 Juli mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir.
|
EditorVeronika Yasinta


KAIRO, KOMPAS.com - Tokoh oposisi Mesir dan mantan kandidat presiden, menyerukan aksi boikot terhadap pemilihan umum presiden yang digelar pada Maret 2018.

Dilansir dari Middle East Monitor, Senin (29/1/2018), mengutip kantor berita Anadolu, kandidat presiden Mesir pada pilpres 2012, Abdel Moneim Aboul Fotouh, bersama Mohammed Anwar Sadat, mantan kandidat presiden Mesir untuk pilpres 2018, menyatakan pemilu tahun ini telah kehilangan seluruh kredibilitasnya.

"Kami mendesak masyarakat kami yang mulia untuk memboikot pemilihan dan tidak mengakui hasilnya," katanya dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, mantan kepala staf militer Mesir, Sami Anan, yang juga sempat mencalonkan diri dalam pilpres 2018 turut mendukung pernyataan itu, diwakili oleh bawahannya.

Baca juga : Pesaingnya Mundur dari Pilpres Mesir, Sisi Kandidat Tunggal?

Pemilihan presiden Mesir akan berlangsung pada 26-28 Maret 2018 dan diumumkan pada 2 April 2018.

Pengacara hak asasi manusia terkemuka di Mesir, yang menjadi harapan terakhir sebagai lawan Presiden Abdel Fatah el-Sisi dalam pemilihan presiden 2018, mengundurkan diri.

Khalid Ali menyatakan, kondisinya saat ini tidak memungkinkan terselenggaranya pemilu yang adil.

"Kami mengumumkan keputusan untuk tidak ikut dalam pemilu dan tidak akan mengajukan pencalonan," katanya pekan lalu.

Baca juga : Berniat Jadi Capres, Mantan Jenderal di Mesir Malah Ditangkap

Penarikannya dari pemilu mendatang terjadi beberapa jam setelah Sisi mengajukan surat pencalonannya secara resmi ke badan pemilihan umum nasional.

Sementara itu, Anan telah ditahan setelah mengumumkan niatnya mencalonkan diri sebagai presiden.

Dia dituduh melanggar kode etik militer Mesir dengan mencalonkan diri untuk jabatan tersebut tanpa izin dan memalsukan dokumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.