Kompas.com - 29/01/2018, 16:59 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

MUMBAI, KOMPAS.com — Insiden mematikan terjadi di sebuah rumah sakit di Mumbai, India. Seorang pria yang tengah mengantarkan keluarganya untuk pemeriksaan MRI justru meninggal akibat kelalaian petugas rumah sakit.

Dilansir dari NDTV, Rajesh Maru (32) mengantar anggota keluarganya untuk melakukan scan di Rumah Sakit Amal BYL Nair di Mumbai, Sabtu (27/1/2018) malam.

Saat di bangsal pemeriksaan MRI, petugas rumah sakit meminta tolong kepada Maru untuk membawa masuk tabung oksigen ke dalam ruang MRI. Sementara benda-benda mengandung logam yang seharusnya dilarang berada di dalam ruang tersebut.

"Ketika kami mengatakan barang logam tidak seharusnya masuk ke dalam ruangan MRI, mereka berkata 'Tidak apa-apa, kami melakukannya setiap hari'."

"Mereka juga meyakinkan kami bahwa mesin MRI sedang dalam keadaan mati. Dokter dan teknisi juga tidak mengatakan apa-apa," kata Harish Solanki, kerabat korban.

Baca juga: Kebakaran Rumah Sakit di Korea Selatan, 31 Orang Dilaporkan Tewas

Namun, ketika Maru memasuki ruangan, ternyata mesin dalam keadaan menyala. Maru yang tengah membawa tabung oksigen langsung tertarik masuk ke mesin MRI dan terjepit bersama tabung oksigen yang dibawanya.

Solanki bersama petugas rumah sakit langsung berupaya menyelamatkan Maru. Korban dapat ditarik lepas dari mesin, tetapi tubuhnya sudah membengkak dan terluka parah.

Korban segera dibawa ke ruang gawat darurat, tetapi 10 menit kemudian meninggal. "Rajesh meninggal karena kecerobohan mereka (petugas rumah sakit)," kata Solanki.

Kasus ini telah dilaporkan kepada polisi dan pemeriksaan dilakukan terhadap dokter Siddhant Shah, petugas bangsal Vitthal Chavan yang kemudian ditahan.

"Kami telah menahan seorang dokter dan petugas yunior rumah sakit dengan Pasal 304 Undang-Undang Pidana India atas kelalaian yang menyebabkan kematian," kata juru bicara kepolisian Mumbai, Deepak Deoraj, dikutip AFP.

Kepala Rumah Sakit Amal BYL Nair Ramesh Bharmal menjanjikan akan dilakukan penyelidikan atas kasus ini. Ia menambahkan, rekaman CCTV telah diserahkan kepada polisi.

Baca juga: Anak Tertukar di Rumah Sakit, Baru Diketahui Setelah Dua Tahun

Sementara itu, pemerintah negara bagian Maharashtra mengumumkan kompensasi sebesar 500.000 rupee (sekitar Rp 105juta) untuk keluarga korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.