Kompas.com - 29/01/2018, 08:15 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


MOSKWA, KOMPAS.com — Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, mengaku telah dibebaskan setelah penangkapannya pada Minggu (28/1/2018) terkait aksi demonstrasi anti-pemerintah di Moskwa.

Di akun Twitter-nya, Navalny menyatakan ditahan, tetapi telah bebas sampai pelaksanaan sidang di pengadilan. Dia tidak memberikan rincian terkait waktu penyelenggaraan sidang.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para demonstran yang telah berkumpul di dekat lokasi dirinya ditahan.

Baca juga: Lebih dari 200 Pendemo Pendukung Alexei Navalny Ditangkap di Rusia

Navalny telah lama menjadi kritikus utama bagi Presiden Vladimir Putin. Menurutnya, pemilihan presiden Rusia yang akan berlangsung pada 18 Maret 2018 akan dipenuhi dengan kecurangan.

"Saya sudah ditahan, tetapi tidak apa-apa. Datanglah ke Tverskaya (nama jalan). Di sana, kalian tidak datang untuk saya, tetapi untuk Anda dan masa depan Anda," tulisnya di Twitter setelah penangkapannya.

Polisi Moskwa menyebutkan, Navalny dibawa ke kantor polisi untuk ditangkap dengan tuduhan melakukan demonstrasi ilegal. Jika terbukti bersalah, dia akan menghadapi penahanan selama 30 hari dan dikenai denda.


Dalam beberapa menit, ratusan demonstran berkumpul di Pushkinskaya Square.

Protes terhadap Putin dilaporkan terus mengalami fluktuasi, mulai dari belasan hingga ratusan orang.

Sementara itu, Navalny telah dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang. Di sisi lain, Putin berada di jalur mudah untuk memenangi pemilu.

Meskipun Navalny meyakini Putin akan terpilih kembali, kampanye boikotnya ditujukan untuk menurunkan jumlah pemilih.

Baca juga: Komisi Pemilu Rusia Tolak Pencalonan Diri Tokoh Oposisi Melawan Putin

Penduduk Rusia pada Minggu (28/1/2018) turun ke jalan untuk mendukung boikot pemilu. Aksi demonstrasi itu berlangsung di 100 kota di seluruh Rusia.

Demonstrasi utama diselenggarakan di Moskwa yang dimulai pada pukul 14.00 waktu setempat.

Sebanyak 257 orang ditahan—termasuk Navalny—anggota staf kampanyenya di beberapa kota, dan sejumlah demonstran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.