Kompas.com - 27/01/2018, 13:48 WIB
Pangeran Arab Saudi Al Waleed Bin Talal bin Abdulaziz al Saud. (AFP/Ishara S Kodikara)
Pangeran Arab Saudi Al Waleed Bin Talal bin Abdulaziz al Saud. (AFP/Ishara S Kodikara)
|
EditorArdi Priyatno Utomo

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi dilaporkan membebaskan empat pengusaha yang ditahan sejak November 2017 karena kasus korupsi.

Diwartakan BBC Jumat (26/1/2018), dua di antara para pengusaha tersebut adalah sosok berpengaruh. Yakni Waleed al-Ibrahim dan Khalid al-Tuwaijiri.

Waleed adalah bos kanal televisi MBC. Sementara Khalid merupakan mantan ketua pengadilan Kerajaan Saudi.

Sementara Reuters via CNBC memberitakan, pengusaha lain adalah Fawaz Alhokair, dan mantan kepala dinas meteorologi dan perlindungan lingkungan Turki bin Nasser.

Sumber di internal pemerintah Saudi menyatakan, keempat pengusaha tersebut telah mencapai jaminan finansial meski tidak disebutkan berapa jumlahnya.

Baca juga : Uang Tebusan Tersangka Korupsi di Saudi Bakal Tembus Rp 1.300 Triliun

Namun, untuk Waleed, kesepakatan finansial tersebut menyerahkan sejumlah saham mayoritas MBC.

"Tuan Waleed telah dibebaskan, dan saat ini sudah bersama keluarganya di Riyadh," ujar Direktur Eksekutif MBC, Sam Barnett.

Jaksa Agung Saudi, Sheikh Saud al-Mojeb berujar, hingga Januari, lembaga anti-korupsi pimpinan putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah membebaskan 90 orang.

Ke-90 orang tersebut setelah menyerahkan jaminan finansial mulai dari uang, kasus gugur, hingga berbagai properti mereka.

"Masih ada 95 orang yang ditahan. Mereka bakal menjalani persidangan jika tidak menyerahkan jaminan kesepakatan," ujar Mojeb.

Pemerintah Saudi berharap dari kesepakatan finansial itu, mereka bisa meraup setidaknya 100 miliar dolar, atau sekitar Rp 1.332 triliun.

Pada 4 November 2017, komite anti-korupsi menahan puluhan orang dengan tuduhan korupsi.

Di antara terduga pelaku korupsi, terdapat 11 pangeran, termasuk di antaranya Pangeran Alwaleed bin Talal.

Banyak kalangan menuding penangkapan tersebut merupakan upaya MBS untuk memperkuat posisinya sebagai penerus Kerajaan Saudi.

Baca juga : Pemerintah Saudi Masih Tahan 95 Pangeran dan Pebisnis Terkait Korupsi



Sumber BBC,CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X