Kompas.com - 26/01/2018, 13:15 WIB
India. ThinkstockIndia.
|
EditorErvan Hardoko

Meski demikian, Nehru yang juga adalah pejuang kemerdekaan India dan murid Gandhi bertekad untuk membuat negerinya stabil. Dan pada 1949, kerusuhan antar-agama perlahan namun pasti mulai berkurang.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Korea Utara Tangkap Kapal AL Amerika Serikat

Pada akhir 1949, India menghasilkan konsitusinya dan pada 26 Januari 1950, Republik India secara resmi lahir.

Dengan mengadopsi sistem universal, Nehru berharap bisa menghapus sistem kasta dari masyarakan India dan mendorong kesetaraan gender.

Pemilihan umum digelar setiap tahun dan India mengadopsi sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris.

Seorang presiden hanya menjalankan peran seremonial sebagai kepala negara tetapi memiliki wewenang besar di masa-masa darurat.

Nehru yang memenangkan tiga pemilu berturut-turut kemudian menghadapi tantangan besar yaitu negeri yang belum berkembang, penduduk yang terlalu banyak sehingga berujung pada kemiskinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nehru juga harus memaksakan integrasi negara-negara kecil yang dipimpin para pangeran untuk menjadi bagian dari India.

Pemerintahannya juga harus mengakhiri keinginan otonomi yang lebih besar dari beberapa negara bagian seperti Punjab.

Selama berjuang melawan Inggris, Nehru selalu mengedepankan tindakan tanpa kekerasan. Namun saat berkuasa terkadang dia harus meninggalkan kebijakan ini.

Dia mengirimkan tentara ke wilayah kantong Portugis, Goa dan Daman. Di masa pemerintahannya India juga berperang melawan China untuk memperebutkan Kashmir dan Nepal.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: India Luncurkan Mobil Paling Murah di Dunia

Jawaharlal Nehru meninggal dunia pada 1964 dan pemerintahannya dilanjutkan Lal Bahadur Shastri.

Nantinya, putri tunggal Nehru, Indira Gandhi menjadi perdana menteri India selama empat kali masa jabatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.