Pakistan Berencana Hukum Mati Paedofil di Muka Publik

Kompas.com - 25/01/2018, 20:07 WIB
Zainab Ansari (6), bocah perempuan yang diperkosa dan dibunuh di Pakistan pada awal bulan ini. news.com.auZainab Ansari (6), bocah perempuan yang diperkosa dan dibunuh di Pakistan pada awal bulan ini.
|
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Senat Pakistan diminta mengesahkan undang-undang yang mengizinkan hukuman mati di depan publik untuk mereka yang menculik dan memperkosa anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Usulan ini berawal dari pembunuhan sadis Zainab Ansari (6), yang jenazahnya dibuang di tempat sampah di kota Kasur, wilayah timur Pakistan.

Zainab diperkosa dan dibunuh setelah diculik saat sedang menuju ke sekolah. Kasus pembunuhan sadis ini memicu kemarahan warga Pakistan.

Ketua Komite Urusan Dalam Negeri parlemen Pakistan, Rehman Malik mengatakan, amandemen undang-undang telah disetujui komitenya dan akan diajukan ke senat.

Baca juga : FBI Selamatkan 84 Anak yang Akan Dijual ke Paedofil

Menurut harian Dawn, amandemen itu dilakukan terhadap pasal 364-A Undang-undang Hukum Pidana Pakistan 1860. Isinya, hukuman untuk para penculik dan pemerkosa anak-anak adalah eksekusi di muka publik.

"Barangsiapa menculik seseorang di bawah usia 14 tahun yang menyebabkan seseorang itu terbunuh atau mengalami luka parah atau mengalami perkosaan maka pelakunya dijatuhi hukuman mati," demikian isi pasal 364-A sebelum diamandemen.

Para pendorong amandemen ingin menambahkan frasa "dengan cara digantung di muka publik" setelah frasa "dijatuhi hukuman mati".

Usulan ini muncul sehari setelah massa yang marah mengepung kediaman tersangka pembunuh Zainab yang sudah mengakui perbuatannya.

Tersangka, bernama Imran Ali, ditahan setelah sampel DNA-nya cocok dengan yang ditemukan di jenazah Zainab. Sejak itu, Imran lalu mengakui perbuatan kejinya.

Imran  disebut tinggal di kawasan yang sama dengan korbannya. Demikian dikabarkan harian Dawn.

Zainab diculik pada awal Januari saat sedang menuju tempat dia belajar mengaji.

Rekaman CCTV memperlihatkan, Zainab dituntun seorang pria lima hari sebelum jenazahnya ditemukan di sebuah tumpukan sampah sekitar 1,5 kilometer dari kediamannya.

Baca juga : Paedofil Berusia 70 Tahun Asal Italia Divonis 5 Tahun Penjara

Kedua orangtua Zainab tengah menjalankan ibadah umrah ke Arab Saudi. Sehingga Zainab dan kedua saudaranya dititipkan kepada sang paman.

Sepanjang 2016 tercatat 4.139 kasus pelecehan seksual terhadap anak di Pakistan. Demikian menurut data Sahil, sebuah organisasi yang mendokumentasikan pelecehan anak di Pakistan.




Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X