Kompas.com - 25/01/2018, 19:44 WIB
EditorErvan Hardoko

Menurut Watson Institute for International Studies Costs of War Project, sekitar 31.000 warga sipil tewas karena perang di Afghanistan dari 2001 sampai pertengahan 2016.

Bantuan pendidikan

Selain masalah perdamaian, Indonesia juga memberikan beasiswa kepada ratusan mahasiswa Afghanistan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di Indonesia.

Sikap moderat Islam di Indonesia tampaknya juga menjadi salah satu daya tarik mahasiswa Afghanistan untuk mengikuti pendidikan di Indonesia.

"Siapa pun yang mengunjungi negara lain, hidup di antara orang-orang dari kebudayaan yang berbeda, terutama dalam masyarakat beragam budaya seperti Indonesia, akan berpengaruh, memperluas wawasan mereka, membuat mereka berpikir, membuat mereka lebih toleran," ujar Dawood Azami.

Baca juga: Taliban Serang Pos Keamanan Afganistan, 22 Polisi Tewas

Sementara Sam Ariadi menjelaskan, kerja sama pendidikan ini memang menjadi bagian dari pelatihan bagi mahasiswa dan pejabat Afghanistan.

"Kita misalnya memberikan beasiswa terhadap masyarakat Afghanistan setiap tahun melalui program beasiswa untuk belajar dan sekolah di perguruan tinggi Indonesia," kata dia.

"Sudah banyak lulusannya dari Indonesia. Itu yang akan kita terus berikan assistance. Kita juga memberikan capacity training, capacity development untuk pejabat Afghanistan, mahasiswa, masyarakat," katanya.

Selain ke Afghanistan, Presiden Jokowi juga mengunjungi beberapa negara Asia Selatan lainnya, seperti Sri Lanka, India, Pakistan, dan Bangladesh. Lawatan ini dilakukan pada 24 sampai 29 Januari 2018.

Presiden dijadwalkan akan melakukan misi ekonomi, perdagangan, politik dan kemanusiaan di lima negara itu.

Pada Rabu (24/1/2018), Indonesia kembali memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh dalam bentuk makanan, peralatan sekolah, lampu, serta peralatan rumah tangga.

Baca juga : Taliban Bantah Menyerang Kanal Televisi Afganistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.