Kompas.com - 25/01/2018, 19:12 WIB
|
EditorErvan Hardoko

Menurut polisi, pasangan itu memang menjadi incaran kelompok geng setempat yang mencari uang sebesar 70.000 reais atau sekitar Rp 295 juta.

Geng itu yakin uang tersebut disembunyikan di kediaman Juvenal dan Cristina Amaral setelah keduanya sukses memenangkan uang kompensasi.

Nenek salah seorang tersangka pelaku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman korban.

Polisi yakin sang nenek kemudian membagi kabar tentang uang tersebut kepada cucunya.

Baca juga : Kanibalisme Paksaan Terjadi dalam Konflik Sudan Selatan

"Cucu si nenak, nampaknya mengetahui kegiatan rutin korban dan itu menjadikan kasus ini sebuah pembunuhan yang direncanakan," papar Maria.

"Nampaknya, para pelaku sudah merencanakan untuk memperkosa, membunuh, dan menyantap daging korbannya sebagai bagian sebuah ritual," lanjut sang detektif.

Sementara itu, tim forensik mengatakan, Cristina mengalami luka yang amat parah sebelum dia meninggal dunia.

Sementara, sang suami dihajar habis-habisan dan dipaksa menyaksikan saat para pelaku memperkosa istrinya.

Perbuatan kejam itu dilakukan para tersangka setelah mereka gagal mendapatkan informasi tempat uang yang mereka incar disimpan.

"Kami yakin para pelaku mendobrak masuk ke kediaman korban pada 5 Januari lalu setelah mengetahui korban memiliki sejumlah uang," lanjut Maria.

"Pelaku kemudian menyandera dan menyiksa korban selama 24 jam sebelum membunuh mereka," tambah Maria.

Setelah menerima informasi soal keberadaan pelaku, polisi menggrebek tempat persembunyian mereka. Saat digrebek para pelaku membawa senapan, sepucuk pistol, dan mobil yang diduga kuat adalah milik korban.

Polisi kemudian membawa para pelaku itu ke kediaman korban dan mereka menunjukkan lokasi tempat jenazah pasangan suami istri itu dikubur.

Baca juga : Pelaku Kanibalisme Tewas Dikeroyok Warga Desa Papua Niugini

Polisi menambahkan, para tersangka dewasa akan dijerat dakwaan melakukan perampokan, penyiksaan, pembunuhan, perusakan mayat, kepemilikan senjata ilegal, dan memanfaatkan anak-anak.

Sementara para tersangka yang masih remaja dijerat dakwaan melakukan perkosaan dan perampokan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.