Kelompok Bersenjata Libya Bebaskan Migran Sudan dari Penculik

Kompas.com - 24/01/2018, 22:12 WIB
Pasukan bersenjata yang setia pada pemerintah Libya di Sirte telah berhasil menyelamatkan delapan migran Sudan dari penculikan dan penyiksaan.Mahmud Turkia / AFP Pasukan bersenjata yang setia pada pemerintah Libya di Sirte telah berhasil menyelamatkan delapan migran Sudan dari penculikan dan penyiksaan.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Kelompok bersenjata di Libya berhasil mengungkap kasus penculikan dan penyiksaan migran. Sebanyak delapan migran Sudan telah diselamatkan.

Kelompok bersenjata Pasukan Keamanan dan Perlindungan Sirte telah menahan lima warga Libya dan seorang Palestina yang menyekap dan menyiksa migran.

"Delapan migran asal Sudan diculik dan ditahan sekelompok orang. Mereka disiksa."

"Tapi sekarang para migran tersebut sudah dirawat di rumah sakit Ibnu Sina di Sirte, sekitar 450 kilometer sebelah timur Tripoli," bunyi pernyataan pasukan Sirte.

Baca juga: Pedagang Manusia di Libya Ungkap Jual Beli Budak Imigran

Penangkapan tersebut dilakukan di Qaddahiya, selatan Sirte, setelah munculnya video di media sosial menunjukkan sejumlah migran Afrika tengah disiksa.

Video tersebut menunjukkan para migran disiksa dengan cara dibakar oleh para penculik yang meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

Libya telah lama menjadi tujuan transit para migran yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Eropa.

Para penyelundup memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari keuntungan dalam kekacauan sejak revolusi 2011.

Otoritas Libya mendapat kecaman atas pelanggaran migran sejak ditayangkan akhir tahun lalu oleh CNN dari rekaman yang menunjukkan pasar budak di negara Afrika Utara.

Baca juga: Jumlah Imigran Asal Libya yang Masuk ke Italia Menurun 70 Persen



EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X