Kompas.com - 24/01/2018, 19:42 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

Keluarga Ahmed lantas menemui pasangan Anil dan Shewali Boro, serta anak mereka Riyan.

Saat melihat wajah Jonait, Nyonya Boro mengaku langsung teringat suaminya dan dia pun menangis.

"Kami dari suku Bodo yang berbeda dengan warga Assam atau orang-orang Muslim. Mata kami miring ke atas, pipi dan tangan kami gemuk. Kami berbeda," kata Shewali Boro.

Nyonya Parbin lalu menginginkan agar kedua anak mereka dapat segera ditukar kembali, tetapi Nyonya Boro menolak.

Kedua pasangan lantas sepakat menempuh jalur pengadilan, namun kini menyadari mereka tak bisa begitu saja menukar kembali anak mereka setelah dua tahun lebih.

Baca juga: Sebelum Bunuh Diri, Wanita di India Tinggalkan Pesan Salahkan Mertua

"Hakim mengatakan jika ingin menukar kembali anak kami, kami bisa melakukannya, tapi kami mengatakan tidak akan melakukannya."

"Kami telah merawat mereka selama hampir tiga tahun, kami tidak dapat membiarkan mereka pergi," kata Parbin.

Parbin mengatakan, Jonait juga menangis karena tidak mau berpisah dari mereka. Begitu juga Riyan mulai menangis dan menolak melepaskan Nyonya Boro.

Kedua pasangan itu pun sepakat untuk tetap merawat anak yang telah tertukar dan baru akan menanyakan kembali kepada anak mereka saat dewasa untuk memutuskan.

Sampai saat itu tiba, kedua keluarga akan tetap berhubungan dan menjadi teman untuk memastikan mereka dapat menjadi bagian dari kehidupan anak-anak biologis mereka.

Baca juga: Bayi Berumur 6 Jam di India Diculik oleh Perempuan Tak Dikenal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.