Kompas.com - 24/01/2018, 16:36 WIB
Polisi anti-huru hara Turki memblokade markas Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang mendukung Kurdi, setelah mereka anggota partai tersebut yang menyerukan aksi protes menentang operasi militer ke Suriah. Ilyas Akengin / AFPPolisi anti-huru hara Turki memblokade markas Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang mendukung Kurdi, setelah mereka anggota partai tersebut yang menyerukan aksi protes menentang operasi militer ke Suriah.
|
EditorAgni Vidya Perdana

ISTANBUL,KOMPAS.com - Otoritas Turki telah menahan hingga lebih dari 90 orang karena mengkritik operasi militer ke wilayah Afrin di Suriah. Media pemerintah menyebut mereka yang ditahan mulai dari aktivis, politisi dan wartawan.

Mereka yang ditahan polisi Turki kebanyakan karena dituduh ikut menyebarkan "propaganda teroris" melalui unggahan di media sosial. Demikian dilaporkan Anadolu, Selasa (23/1/2018).

Militer Turki telah memulai serangan ke wilayah Afrin di Suriah untuk mengusir pasukan Kurdi Suriah yang tergabung dalam Unit Pelindung Rakyat (YPG).

Ankara melihat pasukan Kurdi Suriah ini merupakan perpanjangan tangan dari pemberontak Kurdi PKK yang menjadi musuh lama pemerintah Turki.

Baca juga: Unggah Foto Propaganda Teror, 24 Orang Ditahan Polisi Turki

Operasi militer yang disebut "Tangkai Zaitun" itu mencapai kecaman dari banyak pihak, salah satunya partai oposisi, Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang mendukung Kurdi.

Partai tersebut kemudian menyerukan kepada rakyat Turki untuk menggelar aksi protes. Ratusan warga kemudian turun ke jalan-jalan menentang operasi militer yang menyerang kota Afrin di Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara beberapa warga juga ada melakukan protes dengan mengunggah di media sosial.

Namun tindakan tersebut ternyata memicu penangkapan oleh polisi Turki dengan menuduh orang yang ditahan sebagai penyebar propaganda teroris.

Sejumlah awak media juga tidak luput dari penangkapan karena laporannya yang juga disebut bentuk propaganda.

Dikutip dari Arab News, juru bicara HDP, Ayhan Bilgen menyebut empat wartawan yang ditahan tengah dalam penyelidikan media sosial. Dia menyebut penyelidikan justru menargetkan pada pihak yang membela perdamaian.

"Pintu mereka didobrak tanpa peringatan. Mereka ditahan seolah ada tentara dan amunisi di dalam ruangannya," kata Bilgen.

Media Anadolu melaporkan setidaknya 91 orang ditahan dari 13 provinsi terkait tuduhan propaganda.

Baca juga: Turki Serang Wilayah Kurdi Suriah, AS dan Perancis Bereaksi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.