Kompas.com - 24/01/2018, 13:25 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


PYONGYANG, KOMPAS.com — Krisis kemanusiaan di Korea Utara menjadi yang paling sedikit dilaporkan.

Sementara perang komentar antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendominasi berita utama di berbagai media di seluruh dunia.

Padahal, kekurangan pangan parah yang terjadi di negara tersebut telah menyebabkan dua dari lima orang mengalami kurang gizi.

Menurut data dari PBB, sekitar 18 juta penduduk di Korea Utara atau sekitar 70 persen dari populasi mengandalkan bantuan pangan pemerintah.

Situasi makin parah pada musim panas tahun lalu ketika negara tersebut mengalami kekeringan terburuk sejak 2001. Sedikit lembaga bantuan yang dapat beroperasi di Korea Utara.

Baca juga: Kelaparan, Tentara Korut Dilaporkan Jarah Makanan di Rumah Warga

Di sisi lain, media independen dan organisasi masyarakat sipil juga dilarang masuk ke negara yang sedang mengembangkan senjata nuklir itu.

"Mayoritas penduduk yang rentan adalah perempuan dan anak-anak," tulis laporan tersebut.

"Hampir sepertiganya ibu hamil dan menyusui. Sementara lebih dari 200.000 anak diperkirakan kekurangan gizi akut," tambahnya.

Program Pangan Dunia PBB (WFP) melaporkan tingkat stunting (tinggi badan tidak sesuai dengan usia) pada anak usia di bawah lima tahun mencapai titik sedang hingga tertinggi, di mana satu dari empat anak mengalaminya.

Anemia juga tersebar luas di kalangan anak kecil dan perempuan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Korea Utara Tangkap Kapal AL Amerika Serikat

Korea Utara rentan terhadap bencana alam, seperti kekeringan, topan, dan banjir, sehingga menyebabkan gagal panen, erosi, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur.

Bencana kecil juga dapat secara signifikan mengurangi produksi pertanian dan ketersediaan pangan.

WFP menambahkan, isu ekonomi dan politik menambah kesulitan itu lebih jauh dengan pembatasan perdagangan internasional dan investasi yang diberlakukan Dewan Keamanan PBB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.