Kompas.com - 24/01/2018, 10:17 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


KAIRO, KOMPAS.com - Mantan kepala staf angkatan darat Mesir, Sami Anan, telah ditahan setelah mengumumkan niatnya mencalonkan diri sebagai presiden.

Anan dituduh melanggar kode etik militer Mesir dengan mencalonkan diri untuk jabatan tersebut tanpa izin dan memalsukan dokumen.

Anan dianggap sebagai pesaing tertinggi bagi presiden Mesir, Abdul Fattah Al Sisi, dalam pemilihan presiden tahun ini.

Anan menjabat sebagai kepala staf angkatan darat pada 2005-2012 mengumumkan niatnya maju sebagai calon presiden melalu akun media sosialnya, pada awal bulan ini.

Baca juga : Mesir Bakal Pilih Presiden Baru pada Maret 2018

Pada Selasa (23/1/2018), tentara Mesir menyiarkan sebuah pernyataan di televisi pemerintah. Mereka menuduh mantan jenderal itu melakukan pelanggaran serius terhadap hukum militer.

Anan dituduh secara terang-terangan menghasut untuk melawan angkatan bersenjata Mesir. Menurut laporan yang beredar, dia telah dibawa ke kantor kejaksaan militer di Kairo.

Juru bicara Anan membantah mantan jenderal tersebut telah melanggar hukum. Menurutnya, tuduhan yang dilemparkan ke Anan tidak akurat.

Penangkapan Anan tersebut menyisakan satu kandidat lain untuk melawan Sisi dalam pemilihan presiden.

Baca juga : Mesir Godok Undang-undang Anti-ateis

Khaled Ali, seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia juga sedang menghadapi tuntutan hukum yang dapat mendiskualifikasinya dari persaingan.

Sisi telah berkuasa sejak 2013, setelah memimpin kudeta militer yang menggulingkan mantan pemimpin Mohammed Morsi dari kekuasaan, sebelum menang telak dalam pemilihan presiden 2014.

Dia mengumumkan niatnya mencalonkan diri untuk masa jabatan empat tahun kedua dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi pada Jumat lalu.

Pemilihan presiden Mesir akan berlangsung pada 26-28 Maret 2018 dan diumumkan pada 2 April 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.