Duterte Persilakan Polisi dan Militer Menembaknya jika...

Kompas.com - 23/01/2018, 20:49 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017. Ted Aljibe / AFPPresiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengizinkan militer dan polisi untuk menembaknya.

Duterte mempersilakan para penegak hukum untuk menghentikannya jika dirinya menginginkan menjadi seorang diktator.

"Jika suatu saat saya ingin memerintah lebih lama dan menjadi diktator, tembak saya. Saya tidak bercanda," kata Duterte di hadapan pasukan militer Filipina pada Senin (22/1/2018).


"Jika saya memperpanjang masa jabatan saya meskipun hanya satu hari, saya meminta angkatan bersenjata dan polisi Filipina untuk tidak membiarkan saya ataupun orang lain mengacaukan konstitusi," lanjut Duterte dilansir Russian Time.

Baca juga: Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Presiden yang memerintah sejak 2016 itu mengatakan, sudah menjadi tugas militer dan polisi untuk mempertahankan konstitusi yang menetapkan satu masa jabatan presiden Filipina hanya selama enam tahun.

Duterte juga memberikan izin kepada militer maupun polisi menggunakan semua amunisi untuk menghentikannya.

"Adalah tugas Anda (militer dan polisi) untuk melindungi konstitusi dan juga rakyat," kata Duterte dilaporkan Rappler.

Pernyataan tegas Duterte itu disampaikan untuk menyangkal spekulasi yang menyebutkan dirinya berusaha mengubah konstitusi demi dapat menjabat sebagai presiden lebih lama.

Jika menurut undang-undang, maka masa jabatan Duterte sebagai presiden akan berakhir pada 2022.

"Jangan takut saya akan menjadi diktator. Saya tidak mengincar itu. Saya tidak menginginkannya dan tidak menyukainya," kata dia.

Duterte juga sebelumnya telah berjanji akan mundur jika dirinya berada dalam sejumlah kondisi, termasuk jika anggota keluarganya ada yang terlibat korupsi.

Baca juga: Duterte Ancam Larang Wanita Filipina Bekerja ke Kuwait

Presiden Filipina itu dikenal tegas dalam melawan kejahatan, terutama terhadap pengedar narkoba. Dia telah menyatakan perang melawan narkoba dan mengundang kecaman karena dituduh telah menyebabkan lebih dari 7.000 nyawa melayang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X