Imbas "Shutdown", Gedung Putih Ganti Pesan Suara

Kompas.com - 23/01/2018, 18:47 WIB
Sepasang turis melakukan swafoto di luar pagar bagian selatan Gedung Putih, Washington DC, AS pada 28 Mei 2015. Gary Cameron/ReutersSepasang turis melakukan swafoto di luar pagar bagian selatan Gedung Putih, Washington DC, AS pada 28 Mei 2015.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketika pemerintah Amerika Serikat ( AS) harus menghentikan pelayanannya (Government Shutdown), Gedung Putih langsung mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan Demokrat.

Sebab, Demokrat menjadi kubu yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegagalan kesepakatan terkait anggaran pemerintah.

Saking kesalnya dengan Demokrat, Gedung Putih sampai mengganti nada pesan suaranya dengan kata-kata yang menyudutkan Demokrat.

Dikutip The Independent Selasa (23/1/2018), ketika penelepon mencoba menekan tombol 202456111, mereka bakal disuguhi pernyataan bahwa pemerintah tidak bisa memproses keluhan mereka.

Baca juga : AS Shutdown, Gedung Putih Salahkan Demokrat

"Anggota Kongres dari Demokrat telah menyandera anggara pemerintah. Berkaitan dengan hal itu, maka pemerintah terpaksa tutup," demikian pesan suara yang keluar.

Pesan suara tersebut langsung menuai kritikan dari warganet di media sosial.

Kebanyakan dari mereka mengatakan, saluran telepon Gedung Putih telah dijadikan alat kampanye politik.

"Bagaimana mungkin Gedung Putih bisa melegalkan pesan semacam itu?" kecam seorang netizen bernama Elizabeth West.

"Gedung Putih bukan markas kampanye. Benar-benar tidak bisa dipercaya," kecam COO Vice Media, Alyssa Mastromonaco.

Shutdown yang terjadi Sabtu pekan lalu (20/1/2018) terjadi setelah Demokrat tidak menyetujui anggaran yang diajukan pemerintahan Donald Trump yang berasal dari Republik.

Padahal, untuk meloloskan anggaran, dibutuhkan setidaknya 60 kursi di Kongres. Sedangkan Republik hanya mengamankan 51 kursi.

Keengganan Demokrat dalam mendukung program pemerintah disebabkan mereka memperjuangkan perpanjangan program perlindungan bagi imigran anak-anak (DACA).

Senin (22/1/2018) waktu setempat, shutdown berakhir setelah Demokrat sepakat untuk mendukung anggaran pemerintah.

Namun, shutdown bisa terjadi kembali jika di pembahasan mengenai program DACA kembali buntu di 8 Februari mendatang.

Baca juga : Pemerintah AS Bisa Shutdown Lagi pada Bulan Depan, Jika...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X