Kompas.com - 23/01/2018, 12:37 WIB
|
EditorErvan Hardoko

Selanjutnya para pelaut AS itu dibawa ke penjara di pinggiran kota Pyongyang. Di sana mereka dipaksa mempelajari materi propaganda dan disiksa jika melanggar aturan ketat di penjara itu.

Pada Agustus 1968, Korea Utara menggelar konferensi pers yang menampilkan para pelaut AS itu. Dalam jumpa pers, para tahanan tersebut mengatakan mereka diperlakukan manusiawi.

Namun, dalam pernyataan persnya para pelaut AS itu menyelipkan kata-kata sarkas dan saat sesi foto beberapa dari mereka melakukan perlawanan dengan mengacungkan jari tengah.

Awalnya, para petinggi militer Korea Utara tak memahami beberapa kalimat sarkastik dan bahasa tubuh "jari tengah" itu. Namun, saat mereka mengatahui maknanya, para pelaut tersebut kemudian disiksa selama satu pekan.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: AS Kalahkan Jepang dalam Battle of Midway

Pada 23 Desember 1968 atau tepat 11 bulan setelah USS Pueblo ditangkap, pemerintah AS dan Korea Utara mencapai kesepakatan untuk mengakhiri krisis ini.

Di bawah kesepakatan itu, AS mengakui USS Pueblo memasuki wilayah Korea Utara, meminta maaf, dan berjanji insiden serupa tak akan terulang.

Di hari yang sama, seluruh awak USS Pueblo berbaris satu persatu melintasi jembatan yang memisahkan kedua Korea untuk menuju ke desa Panmunjom, Korea Selatan.

Meski dibebaskan dan saat kembali ke AS mereka disambut sebagai pahlawan, tetapi kisah belum berakhir untuk awak USS Pueblo.

Kapten Lloyd Bucher harus menjalani pemeriksaan di angkatan laut dan direkomendasikan menjalani sidang militer.

Namun, kemudian Menteri Angkatan Laut, John H Chafee melakukan intervensi dan Bucher tak jadi menjalani sidang militer.

Alasannya, Bucher mengikuti perintah untuk tidak memulai insiden internasional dan dia merasa kapal yang hilang bisa diganti tetapi nyawa awaknya tak tergantikan.

Akhirnya pada 1989 pemerintah Amerika Serikat mengakui pengorbanan awak USS Pueblo dan menganugerahkan medali "Prisoner of War" kepada mereka.

Bucher sendiri dinyatakan tak bersalah dan melanjutkan kariernya di angkatan laut hingga pensiun. Kapten Bucher meninggal dunia pada 28 Januari 2004 dan dimakamkan di San Diego, California.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Sekutu Bebaskan Kamp Konsentrasi Dachau

Sementara, USS Pueblo masih berada di Korea Utara dan sejak 2013 dipamerkan di Sungai Potong, Pyongyang difungsikan sebagai museum.

Hingga saat ini AL Amerika Serikat belum memensiunkan USS Pueblo sekaligus menjadi satu-satunya kapal milik AS yang masih berada di tangan musuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.